Sejarah Tinta dan Kulit: Warna yang menggigit ke dalam serat, dan kenapa sebagian bertahan dan sebagian luntur

· Bookbinding & Leather Art Book 26 · PT Hibrkraft Kreasi Indonesia
Ebook
50
Pages

About this ebook

Tinta besi-empedu jadi tinta standar di Eropa selama sekitar 1400 tahun, antara abad ke-5 sampai ke-19, bukan karena mengering di permukaan tapi karena bereaksi dengan material dan meresap ke serat sampai sulit dihapus.


Banyak gambar Leonardo da Vinci bertahan pakai tinta itu. Tapi tinta yang sama bisa memakan halaman perkamen sampai berlubang. Bedanya bukan kualitas, tapi seberapa dalam reaksi terjadi dan apakah materialnya kuat menahan. Prinsip yang sama berlaku ketika aku mewarnai kulit di workshop.


Aku pernah mewarnai dompet veg-tan dan warnanya belang begitu kena keringat tangan. Warna yang aku semprot di permukaan kabur dalam seminggu. Warna yang aku rendam dan diamkan semalam menggigit ke serat dan bertahan. Aku tidak tahu kenapa sampai aku cari tahu soal mordant dan cara kerja tanin di samak nabati. Ternyata metode penyamakan menentukan seberapa dalam pewarna bisa masuk, jauh sebelum kuas menyentuh kulitnya.


Buku ini menelusuri sejarah tinta besi-empedu, mordant sebagai pengikat warna, tradisi morocco leather yang disamak dengan sumac sebelum abad ke-11, dan cap panas yang meninggalkan tanda permanen. Semua dari sudut pengrajin yang ingin menguji apakah warnanya sudah mati di serat, bukan menebak dari kilapnya.


Untuk pengrajin yang mewarnai kulit dengan pewarna nabati, pewarnaan kulit veg-tan, atau siapa pun yang penasaran kenapa sebagian iron gall ink merusak perkamen sementara sebagian bertahan berabad-abad, ini adalah riwayat teknis sejarah tinta dan kulit yang bisa diperiksa.



Tinta besi-empedu jadi tinta standar di Eropa selama sekitar 1400 tahun, antara abad ke-5 sampai ke-19, bukan karena mengering di permukaan tapi karena bereaksi dengan material dan meresap ke serat sampai sulit dihapus. Banyak gambar Leonardo da Vinci bertahan pakai tinta itu. Tapi tinta yang sa...

Discover more

About the author

 Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.


Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.


ORCID: 0009-0006-0425-4923



Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di wor...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.

Continue the series

More by Hibrkraft Team

Similar ebooks