Banyak perajin berpikir kapasitas naik hanya kalau punya tempat besar dan karyawan tetap. Padahal sewa tempat dan gaji bulanan adalah biaya tetap, yaitu biaya yang tetap harus dibayar walaupun bulan itu pesanan sepi. Menambah biaya tetap terlalu cepat bisa membunuh usaha kecil bukan saat ramai, tapi saat sepi.
Ada bagian pekerjaan yang aman diserahkan ke luar, seperti pemotongan dan amplas pinggir. Ada yang harus ditahan di tangan sendiri sampai pembantunya benar-benar mahir, seperti jahitan tangan dan finishing. Mal dari akrilik atau tripleks tipis dengan tanda lubang jahit memungkinkan dua orang berbeda menghasilkan potongan yang nyaris sama tanpa diawasi terus. Titip kerja ke perajin lain dengan bayaran per potong tidak menambah beban tetap, karena saat sepi tidak ada yang dititipkan dan tidak ada yang dibayar.
Buku ini soal scaling usaha kecil kulit tanpa pabrik, menaikkan kapasitas produksi lewat mal potong, biaya tetap versus biaya variabel, dan kerja sama dengan perajin lain tanpa biaya tetap yang berat.
Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.
Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.
ORCID: 0009-0006-0425-4923