Aku punya catatan dari workshop: dua lembar kulit veg-tan dirusak sebelum aku sadar bahwa masalahnya bukan alat atau desain, tapi kadar lembap yang salah. Casing, proses mengatur kadar air pada kulit samak nabati supaya siap ditatah, kelihatannya sepele sampai kamu salah sekali dan bekasnya permanen. Tidak ada tombol undo di kulit.
Sejarah tooling bukan sejarah seni, tapi sejarah teknik fisik yang keras. Bengkel saddle Otto F. Ernst di Sheridan, Wyoming buka dari 1902 sampai 1975, dan desain bunganya yang rapi jadi fondasi gaya yang kita kenal sekarang sebagai Sheridan style. Tradisi itu tidak turun dari langit. Dia adalah endapan dari banyak tangan yang mencoba dan gagal di workshop nyata, bukan dari buku estetika.
Motif yang kita anggap standar ternyata berakar dari tradisi tertentu. Setelah paham dari mana motif itu berasal, kita bisa mulai membedakan mana yang kita tiru karena populer dan mana yang cocok dengan tangan kita sendiri.
Untuk kamu yang sedang belajar tatah kulit, tooling kulit, swivel knife, veg-tan, casing, atau ingin tahu dari mana sejarah motif kulit dan kenapa blind tooling jadi fondasi teknik hias yang kita pakai sekarang: buku ini mulai dari sana.
Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.
Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.
ORCID: 0009-0006-0425-4923