Sejarah Bookbinding: Punggung buku sebagai konstruksi, dan kenapa jilid tua masih bisa dibuka rata

· Bookbinding & Leather Art Book 27 · PT Hibrkraft Kreasi Indonesia
Ebook
60
Pages

About this ebook

Jilid koptik, cara orang Kristen awal di Mesir menjilid buku sejak abad ke-2 Masehi, bisa terbuka 360 derajat tanpa retak karena lembar dijahit menembus lipatannya, bukan dilekatkan di punggung.


Aku pernah bikin jurnal kulit yang lumayan cantik. Beberapa bulan dipakai, halaman mulai copot dari punggung. Bukan karena kulitnya jelek. Bukan karena benang yang putus. Karena aku andalkan lem, dan lem tidak dirancang untuk ribuan kali buka-tutup. Itu kesalahan konstruksi, bukan bahan. Sejarah penjilidan buku adalah sejarah orang belajar perbedaan itu secara perlahan, selama berabad-abad.


Dari gulungan ke kodeks berlembar, dari papan kayu koptik ke jahitan di atas tali kulit di tradisi Eropa, dari punggung rata sampai punggung lengkung yang baru muncul di abad ke-15, setiap perubahan menukar satu hal demi hal lain. Punggung lengkung membuat buku bisa disimpan berdiri di rak, tapi punggung rata yang dijahit dengan benar justru lebih mudah dibuka rata di meja. Tidak ada yang gratis.


Pada 1935 Allen Lane memulai paperback pasar massal berbahasa Inggris. Buku murah, tipis, bisa dibuang. Lem menggantikan jahitan karena lebih cepat dan lebih murah di skala industri. Keawetan bukan lagi pertimbangan utama. Tapi buku tua di rumah yang dijahit di lipatannya masih bisa dibuka rata setelah puluhan tahun, sementara buku paperback baru retak di lipatan pertama.


Buku ini bisa dicari oleh siapa yang membuat jurnal kulit, ingin tahu kenapa jilid tangan punya harga berbeda, atau sekadar penasaran kenapa kodeks menggantikan gulungan dalam dua abad. Sejarah bookbinding, penjilidan jurnal, jahitan koptik, kodeks, jilid kulit, dan punggung buku sebagai konstruksi adalah benang yang sama.



Jilid koptik, cara orang Kristen awal di Mesir menjilid buku sejak abad ke-2 Masehi, bisa terbuka 360 derajat tanpa retak karena lembar dijahit menembus lipatannya, bukan dilekatkan di punggung. Aku pernah bikin jurnal kulit yang lumayan cantik. Beberapa bulan dipakai, halaman mulai copot dari p...

Discover more

About the author

 Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.


Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.


ORCID: 0009-0006-0425-4923



Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di wor...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.

Continue the series

More by Hibrkraft Team

Similar ebooks