Ini bukan trivia. Ini artinya sabuk sebagai penahan celana itu baru, sekitar seratus tahun. Sebelum itu, sabuk lebih lama jadi tanda pangkat dan hiasan: prajurit Romawi memakai cingulum militare, dan menurut hukum hanya prajurit yang boleh memakainya. Fungsi menahan celana datang belakangan, ikut pergeseran mode tahun 1920-an.
Aku menelusuri ini bukan karena penasaran sejarah. Aku punya masalah konkret: sabuk yang aku bikin lubangnya robek, atau bahan badannya molor setelah beberapa bulan dipakai. Setelah buka catatan bengkel dan cari sumber yang bisa diperiksa, kuncinya ada di tiga titik: arah potongan lajur terhadap punggung hewan, penguatan di lubang, dan sambungan pangkal gesper. Tiga titik itu yang menentukan apakah sabuk bertahan atau melar.
Buku ini menelusuri sejarah sabuk kulit, gesper, dan ikat pinggang dari Zaman Perunggu sampai lingkar sabuk pertama Levi's 1922, ditulis dari sudut pandang pengrajin yang sedang menyelesaikan masalah nyata, bukan kurator museum. Kalau kamu bikin sabuk yang molor atau lubangnya sobek cepat, atau kamu jual sabuk kulit dan capek menjelaskan kenapa sabukmu beda, atau kamu sekadar penasaran kenapa gesper kata asalnya dari tali pelindung pipi helm prajurit Romawi (buccula), ini buku yang bisa kamu periksa faktanya. Kata kunci yang relevan: sejarah sabuk, ikat pinggang kulit, gesper, arah potong kulit, sabuk kulit, buckle, kerajinan kulit.
Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.
Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.
ORCID: 0009-0006-0425-4923