Sejarah Tas: Membawa beban, dan kenapa tas selalu jebol di sambungan

· Bookbinding & Leather Art Book 25 · PT Hibrkraft Kreasi Indonesia
Ebook
52
Pages

About this ebook

Kantong kulit tertua yang terdokumentasi berusia sekitar 5.300 tahun, dijahit ke sabuk anak sapi milik manusia es Otzi, dan bagian pertama yang awet bukan kulitnya: jahitannya.


Di bengkel aku, keluhan tas yang masuk hampir selalu jatuh di tempat yang sama: pangkal tali robek, sudut bawah retak. Jarang sekali kulit lembarannya yang jebol. Aku awalnya bingung kenapa pengrajin bisa bikin kulit yang keras tapi talinya copot setelah enam bulan. Setelah baca lebih jauh soal sejarah tas, ternyata bukan salah pengrajinnya saja, orang sudah salah baca di mana beban itu jatuh sejak ribuan tahun lalu.


Sejarah tas adalah sejarah orang belajar memperkuat sambungan. Pada 20 Mei 1873, Jacob Davis dan Levi Strauss mematenkan paku keling tembaga di sudut kantong dan pangkal kancing. Idenya sederhana: bukan menambah tebal kulit, tapi menaruh logam tepat di titik yang paling sering jebol. Ratusan tahun sebelumnya, dompet Sutton Hoo dari makam kapal Anglo-Saxon tahun 624 sudah punya tiga tali berengsel menggantung dari sabuk, karena orang tahu beban ikatan ada di situ.


Buku ini tidak mengajarkan cara membuat tas. Aku tulis ini karena perlu penjelasan yang bisa aku kasih ke pelanggan yang komplain, yang bisa aku kasih ke pengrajin baru yang bingung kenapa hasil kerjanya kuat di sini tapi lemah di sana. Sejarah tas ternyata adalah sejarah titik gagal: jahitan, sudut lipat, pangkal tali. Kekuatan tas tidak ditentukan oleh kulit paling tebal di lembarannya.


Untuk pengrajin tas kulit, penjual yang ingin menjelaskan konstruksinya, atau siapa pun yang penasaran kenapa sejarah tas, kantong kulit, jahitan tas, paku keling, dan kerajinan kulit selalu berkait di titik beban yang sama.



Kantong kulit tertua yang terdokumentasi berusia sekitar 5.300 tahun, dijahit ke sabuk anak sapi milik manusia es Otzi, dan bagian pertama yang awet bukan kulitnya: jahitannya. Di bengkel aku, keluhan tas yang masuk hampir selalu jatuh di tempat yang sama: pangkal tali robek, sudut bawah retak. ...

Discover more

About the author

Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.


Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.


ORCID: 0009-0006-0425-4923



Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di work...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.

Continue the series

More by Hibrkraft Team

Similar ebooks