Sejarah Cobbler dan Shoemaking: Last, jahitan sol, dan budaya memperbaiki yang nyaris hilang

· Bookbinding & Leather Art Book 21 · PT Hibrkraft Kreasi Indonesia
Ebook
55
Pages

About this ebook

Sampai sekitar tahun 1800, sepatu welt dibuat tanpa membedakan kaki kiri dan kanan. Satu last simetris untuk keduanya. Pemakainya yang menanggung.


Aku belajar ini bukan dari buku teori. Aku belajar karena sepasang sandal pertamaku, yang kiri dan kanannya kupotong dari mal yang sama, dipakai pelanggan dan mengkomplain dalam tiga hari. Sebelum aku paham fungsi last, acuan kaki dari kayu itu, aku kira itu cuma alat bantu pembentukan. Ternyata dia yang memutuskan apakah sepatu itu nyaman atau menyiksa.


Buku ini menelusuri dari sepatu Areni-1 dari gua Armenia, 5.500 tahun kulit satu potong dijahit tali, sampai ke Cibaduyut yang mulai tumbuh dari industri rumahan sekitar 1920. Di antaranya ada pertarungan yang sering tidak disebut: jahitan welt yang bisa dibuka dan diperbaiki melawan lem yang sekali pakai selesai. Mesin lasting Matzeliger tahun 1883 bisa menghasilkan 150 sampai 700 pasang sepatu per hari, dibanding 50 pasang tukang tangan terampil. Harga turun separuh. Budaya perbaikan ikut turun bersamanya.


Buku ini bukan untuk kolektor. Untuk pengrajin yang ingin mengerti kenapa konstruksinya menentukan umur pakai, untuk penjual yang butuh penjelasan selain "ini kulit asli", dan untuk pembeli yang bosan diceramahi merek tanpa pernah diajari membaca sol.


Sejarah sepatu, cobbler, last sepatu, goodyear welt, alas kaki, kerajinan kulit, shoemaking: semuanya ada di sini, tapi bukan sebagai daftar istilah. Sebagai alat baca untuk menilai barang sebelum beli, atau sebelum bikin.



Sampai sekitar tahun 1800, sepatu welt dibuat tanpa membedakan kaki kiri dan kanan. Satu last simetris untuk keduanya. Pemakainya yang menanggung. Aku belajar ini bukan dari buku teori. Aku belajar karena sepasang sandal pertamaku, yang kiri dan kanannya kupotong dari mal yang sama, dipakai pela...

Discover more

About the author

Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.


Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.


ORCID: 0009-0006-0425-4923



Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di work...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.

Continue the series

More by Hibrkraft Team

Similar ebooks