Quality Control: Standar cek barang kulit buatan tangan biar kualitas tidak naik turun

· Bookbinding & Leather Art Book 20 · PT Hibrkraft Kreasi Indonesia
Ebook
46
Pages

About this ebook

Jahitan barang kulit yang oke dicek di kisaran 8 sampai 12 jahitan per inci, dan cacat yang paling sering muncul bukan soal kerapiannya, tapi soal konsistensinya dari satu barang ke barang berikutnya.


Aku pernah kirim dompet dengan tepi yang belum tuntas dipoles karena diburu tenggat. Pembeli kirimi foto closeup, dan aku tidak bisa membantah. Bukan karena tepinya jelek, tapi karena barang sebelumnya tidak begitu, jadi pembeli kaget. Itulah masalahnya: bukan soal satu barang cacat, tapi soal kualitas yang tidak bisa ditebak.


Pembeli memaafkan satu jahitan yang sedikit beda di barang buatan tangan. Tapi tidak memaafkan barang yang kualitasnya naik turun tanpa bisa ditebak. Kontrol kualitas untuk perajin bukan tentang mengejar sempurna, tapi tentang menetapkan batas cacat yang boleh lewat, lalu menahannya tiap kali barang keluar. Bekas luka sembuh, gigitan serangga, garis regang di kulit full-grain itu bukan cacat, itu ciri material. Cacat proses, finishing yang mengelupas, tepi yang belum dipoles, itu yang harus dicek sebelum barang masuk kotak.


Buku ini membahas empat titik yang paling sering bermasalah, cara menetapkan batas toleransi sendiri dan menjelaskannya ke pembeli, serta cara menulis standar yang bisa dipakai orang lain kalau usaha sudah mulai dibantu tangan tambahan. Standar yang cuma ada di kepala bukan standar, itu cuma perasaan.


Untuk perajin yang sudah punya pembeli tapi belum punya daftar cek, yang ingin tahu bedanya cacat dan ciri khas handmade, dan yang mulai membangun quality control kulit, standar kualitas, toleransi cacat, finishing kulit, dan konsistensi produk.



Jahitan barang kulit yang oke dicek di kisaran 8 sampai 12 jahitan per inci, dan cacat yang paling sering muncul bukan soal kerapiannya, tapi soal konsistensinya dari satu barang ke barang berikutnya. Aku pernah kirim dompet dengan tepi yang belum tuntas dipoles karena diburu tenggat. Pembeli ki...

Discover more

About the author

Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.


Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.


ORCID: 0009-0006-0425-4923



Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di work...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.

Continue the series

More by Hibrkraft Team

Similar ebooks