Aku pernah mengiyakan ubah warna, lalu ubah ukuran, lalu tambah inisial, semuanya gratis, karena tidak pernah menulis batas pekerjaan di depan. Kulit yang sudah aku potong dan ukir nama orang tidak bisa aku jual ke siapa pun saat pemesannya hilang. Pengalaman rugi itu yang mendorong aku nulis buku ini.
Pesanan custom bukan barang biasa yang diwarnai nama orang. Ini proyek dengan batas yang harus dikunci di depan: bentuk, bahan, ukuran, jumlah revisi. Tanpa lembar kesepakatan itu, revisi liar tidak ada habisnya. Tanpa uang muka yang menutup ongkos bahan, risiko barang batal ditanggung sendiri. Harga custom juga beda hitungannya, karena ada biaya desain, percobaan, sisa bahan yang tidak terpakai, dan jam kerja ekstra yang tidak ada di barang katalog.
Buku ini untuk maker kulit yang mau mengakhiri pesanan custom tanpa batas, kelelahan tanpa bayar, dan revisi yang terasa seperti pekerjaan tak berbayar tambahan. Cara mulai: sepakati dulu, baru kerja.
Buku ini relevan bagi kamu yang mengerjakan pesanan custom kulit, uang muka pesanan, lembar kesepakatan, harga custom leathercraft, batas revisi custom, dan cara menyepakati pesanan handmade sebelum jarum pertama masuk.
Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.
Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.
ORCID: 0009-0006-0425-4923