Anda akan mempelajari perbedaan kritis antara permukaan machine-finished dan machine-glazed, mengapa tinta fountain pen sangat mudah menyebar, dan bagaimana melakukan tiga tes sederhana untuk membedakan pulp murni dan daur ulang. Kami juga mengkaji dampak fisiologis dari permukaan tulis berkontras rendah dan menawarkan kompromi produksi yang praktis. Panduan ini ditulis untuk pengrajin, penjilid buku, dan pembuat produk alat tulis yang ingin berhenti mengikuti tren secara buta dan mulai memilih material mereka dengan pemahaman teknis yang kuat.
Tim Hibrkraft adalah kolektif pengrajin di balik Hibrkraft, vendor jurnal kulit handmade yang beroperasi sejak 2011.
Berawal dari bengkel kecil di Bojonggede, Bogor, kini workshop Hibrkraft berlokasi di Cileungsi. Setiap produk dibuat dengan tangan. Dipotong, dijahit, dan dirakit oleh pengrajin yang namanya kami kenal, bukan oleh mesin di pabrik yang kami tidak tahu lokasinya.
Kami bekerja dengan kulit nabati dari Garut dan Magetan, dua sentra penyamakan kulit tertua di Indonesia. Bahan baku kami bisa dilacak, proses kami bisa dilihat, dan setiap jurnal yang keluar dari workshop membawa garansi seumur hidup untuk rebinding.
Klien kami mencakup Pertamina, POLRI, Unilever Indonesia, dan ratusan bisnis yang membutuhkan merchandise custom berkualitas tinggi. Kami juga melayani restorasi buku. Memperbaiki dan melestarikan buku-buku tua yang terlalu berharga untuk dibuang. Hibrkraft adalah anggota IIIC (International Institute for Conservation).
Produk kami dikirim ke Jerman, Belanda, Kanada, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei, dan Malaysia. Kapasitas produksi: hingga 2.000 unit per bulan.
Seri buku ini kami tulis karena pengetahuan tentang material, teknik, dan konservasi seharusnya tidak terkunci di workshop. Jika Anda seorang pengrajin, penjilid buku, atau sekadar penasaran tentang apa yang membuat sebuah jurnal kulit bertahan puluhan tahun, buku ini untuk anda.