Aku jual notebook jilid keras beberapa tahun, dan komplain yang paling sering bukan soal jahitan atau lem: soal noda bercak di permukaan kain, entah dari lem yang rembes atau dari keringat tangan yang memudar warna. Semua itu balik ke satu pilihan yang salah di awal, yaitu pakai kain dari toko kain garmen karena warnanya bagus, tanpa tahu kain itu tidak punya backing.
Buku ini bahas buckram, book linen, dan kain berbacking kertas versus akrilik; cara milih berdasarkan gramasi dan jenis tenun biar kain tahan lipat di sudut; teknik turn-in di corner agar tidak menggelembung; pilihan lem PVA versus wheat paste tergantung jenis backing; dan kombinasi kulit dengan book cloth di sampul half-bound atau quarter-bound.
Buat yang mau bikin notebook jilid keras, buku custom, atau sampul half-bound dari kulit nabati, ini soal bahan, bukan teknik tangan. Keterampilanmu bisa bagus, tapi kalau kain yang dipakai tidak cocok untuk jilid keras, hasilnya tetap gagal.
Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.
Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.
ORCID: 0009-0006-0425-4923