Itu bukan satu kejadian. Itu terjadi karena aku pasang harga kelas berdasar harga satu set bahan bersih, padahal pemula pasti merusak beberapa potong. Bahan gagal tidak kelihatan di hari-H tapi terasa di dompet setelah semua murid pulang.
Waktu kelas juga bukan cuma jam mengajar. Ada jam menulis urutan langkah, jam belanja dan mengemas bahan, jam menyiapkan mal potong supaya murid tidak tersesat di langkah pertama. Semua itu jam yang tidak terhitung kalau kamu cuma lihat "3 jam workshop."
Buku ini soal cara menghitung harga kelas kulit dengan jujur termasuk bahan gagal, jam persiapan, dan sewa tempat. Juga soal memilih barang perdana yang langkahnya sedikit dan jadi dalam satu sesi, memecah cara membuat jadi instruksi yang bisa diikuti pemula, dan kenapa mengajar keterampilan dasar memperluas pasar kamu, bukan menciptakan saingan. Bisa bikin tidak sama dengan bisa ngajar, dan keduanya bisa dilatih.
Untuk maker yang mau buka kelas kulit, kelas leathercraft, atau kelas kerajinan lainnya dan ingin menghitung harga kelas, bahan murid, jam mengajar, dan mal potong dengan benar sejak pertama.
Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.
Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.
ORCID: 0009-0006-0425-4923