Sejarah Leather Armor: Mengeraskan kulit untuk melindungi, tanpa mengunci gerak

· PT Hibrkraft Kreasi Indonesia
Ebook
46
Pages

About this ebook

Pada 1278, Edward I dari Inggris menggelar turnamen di Windsor Great Park; seluruh zirah yang dipakai tamu dibuat dari cuir bouilli, kulit yang dikeraskan tanpa satu keping logam pun.


Aku mulai penasaran soal ini bukan dari buku sejarah, tapi dari meja kerja. Waktu pertama kali mencoba mengeraskan veg-tan dengan air panas, hasilnya retak seperti tembikar dan kaku seperti batu bata. Tidak ada yang bilang bahwa air yang terlalu panas membuat permukaan lebih keras tapi bagian dalam tetap lunak, dan lama-lama muncul retakan. Percobaan David Friedman mencatat: rendaman empat puluh detik menyusutkan kulit jadi dua per tiga ukuran asal sambil menggandakan ketebalannya. Dua per tiga. Itu bukan perkiraan. Aku harus tahu ini sebelum buang bahan.


Sejarah zirah kulit bukan koleksi fakta museum. Ini adalah rekaman panjang bagaimana orang memecahkan satu pertukaran yang sama: setiap tambahan perlindungan adalah pengurangan gerak. Bangsa Asiria mengembangkan lamellar di awal Zaman Besi, dan Asia lama-lama lebih memilihnya dari zirah sisik biasa karena lamellar jauh lebih sedikit membatasi gerak pemakainya. Di Nias, pelindung Baru Oroba awalnya dari kulit buaya; setelah buaya habis dari habitatnya, bahan berganti ke logam yang dipalu. Gerak versus perlindungan selalu dinegosiasikan ulang setiap generasi, dengan bahan apa pun yang tersedia.


Yang aku cari, dan susah ketemu dalam satu tempat, adalah ini: teknik cuir bouilli yang bisa aku verifikasi, konteks historisnya yang jelas, dan pemahaman soal kenapa zirah selalu dibuat dalam bagian-bagian yang saling diikat, bukan satu cangkang kaku. Buku ini adalah catatan itu, untuk pengrajin yang ingin merancang barang pelindung dengan alasan, bukan cuma intuisi.


Untuk pembaca yang mendalami sejarah leather armor, zirah kulit, cuir bouilli, pelindung kulit, pengerasan kulit, kerajinan kulit, lamellar, atau zirah berbagian untuk keperluan workshop dan desain fungsional.



Pada 1278, Edward I dari Inggris menggelar turnamen di Windsor Great Park; seluruh zirah yang dipakai tamu dibuat dari cuir bouilli, kulit yang dikeraskan tanpa satu keping logam pun. Aku mulai penasaran soal ini bukan dari buku sejarah, tapi dari meja kerja. Waktu pertama kali mencoba mengerask...

Discover more

About the author

Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.


Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.


ORCID: 0009-0006-0425-4923


Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di work...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.