Di bengkel, sisa kaki rivet yang ideal itu sekitar 1,5 sampai 2 milimeter di atas permukaan kulit sebelum dimekarkan. Lebih dari itu, kaki menekuk ke samping. Kurang dari itu, tidak mekar sempurna. Hitungannya sederhana, tapi di lapangan banyak pengrajin yang baru tahu ini setelah kena retur pertama mereka.
Aku mulai catat soal ini karena aku sendiri pernah salah. Ada batch sabuk yang kelingnya lepas semua dalam dua minggu pakai. Bukan karena cacat material, bukan karena kurang dipukul keras. Tapi karena aku pakai rivet 6 mm buat tumpukan kulit 7 mm. Kaki kepanjangan, kakinya menekuk ke dalam, cengkeramannya nol. Cerita ini karangan komposit tapi angkanya nyata dari catatan bengkel.
Buku ini bahas tiga hal: hitungan panjang kaki double cap dan tubular rivet versus tebal tumpukan, cara setting copper rivet with burr supaya sambungan kuat seperti di saddlery, dan geometri Sam Browne stud. Kancing kepala bulat dari sabuk militer abad ke-19 yang sekarang jadi hardware andalan sabuk dan tas. Untuk stud, lubang plong di kulit sebaiknya setengah milimeter lebih kecil dari diameter lehernya supaya kulit memeluk bukan melonggar.
Untuk pengrajin kulit yang mau sambungan logamnya sekuat jahitannya: rivet kulit, keling, Sam Browne stud, double cap rivet, hardware kulit, plong kulit, kancing kepala bulat.
Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.
Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.
ORCID: 0009-0006-0425-4923