Aku pernah beli kulit sapi dari pemasok Magetan untuk sol sandal. Barangnya datang bagus, tapi temper antar lembar tidak seragam. Bukan rusak, bukan penipuan, cuma watak sentra yang perlu kamu pahami sebelum bergantung penuh. Buku ini lahir dari pengalaman seperti itu: beli salah sentra, terlalu percaya cerita kejayaan tahun 1950-an, lupa cek kondisi sekarang.
Magetan itu sentra kulit sapi dan alas kaki. Bukan kulit domba, bukan jaket. Kalau produkmu butuh kulit domba tipis yang lentur, kamu salah alamat. Toko-toko pengrajin terpusat di Jalan Sawo, Selosari; kalau mau pesan, telepon dulu karena pemilik tokonya sering merangkap pengrajin, bukan staf penjualan yang standby.
Yang sering bikin rugi adalah memesan tanpa tahu perbedaan temper untuk upper, lining, dan sol. Satu lembar jarang cocok untuk semua bagian alas kaki. Pelatihan tukang sepatu Magetan saja disebut butuh dua tahun sampai orang benar-benar paham persepatuan. Buku ini ngajarin cara baca spesifikasi kulit dan cara nilai mutu di tempat, supaya kamu tidak bayar mahal untuk bahan yang salah komponen.
Kulit Magetan, sentra penyamakan Jawa Timur, kulit sapi alas kaki, samak kulit lokal, mutu upper sol lining, sumber kulit sapi, rantai pasok lokal: ini bukan klaim lengkap, ini titik mulai sebelum kamu telepon Jalan Sawo.
Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.
Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.
ORCID: 0009-0006-0425-4923