Riko adalah pemilik utuh hatinya, pria yang ia cintai dengan tulus namun terpisah oleh jarak. Dihimpit kesepian dan rasa lapar yang tak tertahankan, Agnes mencari pelarian di pelukan Yudha. Namun, ini bukanlah perselingkuhan biasa yang melibatkan perasaan. Ini adalah transaksi fisik yang murni dan gelap. Agnes merancang sebuah garis batas psikologis yang tak kasat mata namun tak boleh dilanggar: Bibir punya Riko. Ia membedah dirinya menjadi dua, menyerahkan setiap inci lekuk tubuhnya untuk dihancurkan oleh gairah Yudha, namun menyimpan satu kesucian terakhir demi menjaga ilusi kesetiaannya pada sang suami.
Akan tetapi, memisahkan cinta dan gairah ternyata membutuhkan harga yang mahal. Ketegangan emosional mulai menyiksanya ketika batas yang ia buat perlahan mengabur di tengah panasnya pergumulan. Yudha tak lagi puas hanya menjadi pelampiasan tanpa jiwa, sementara Agnes semakin terjebak dalam pusaran dualisme cinta yang menyakitkan. Mampukah sebuah aturan sederhana melindungi hatinya, atau justru menjadi bom waktu yang siap meluluhlantakkan kedua kehidupannya?
Mengapa Anda akan terpikat dengan kisah ini:
• Aturan Tabu yang Mematikan: Menyelami pikiran ekstrem seorang wanita yang memisahkan cinta emosional dan kepuasan fisik melalui satu syarat: larangan berciuman.
• Konflik Batin yang Mendalam: Rasakan ketegangan antara rasa bersalah yang mencekik, gairah yang liar, dan kebohongan yang dirangkai dengan sangat rapi.
• Dinamika Perselingkuhan Intens: Eksplorasi kenikmatan ranjang yang vulgar dan panas, namun hampa akan romansa demi menjaga sebuah loyalitas semu.
Beranikah Anda mengintip kehidupan rahasia seorang wanita yang membagi tubuh dan hatinya untuk dua pria berbeda? Baca sampel gratisnya sekarang, atau miliki buku ini untuk merasakan sendiri manisnya sebuah pengkhianatan yang dibalut janji kesetiaan!
***
“Jaga hati kamu, dan jaga bibir ini cuma buat aku. Kamu boleh pake tubuh orang lain buat muasin hasrat kamu kalau terpaksa. Tapi bibir ini... Ciuman bibir itu intim, Nes. Jadi, siapapun cowok itu nanti, jangan pernah biarin dia nyentuh bibir kamu.” (Bab 2, Jejak Basah di Pagi Buta)
“Lo kelihatan... beda, Nes. Kelihatan lebih... dangerous. Kayak macan betina yang lagi laper.” (Bab 3, Hampa yang Menuntut Isi)
“Bibir lo punya Riko. Tubuh lo... mulai dari leher ke bawah... punya gue malam ini. Deal?” (Bab 4, Kesepakatan di Kedai Mie)
“Liat dia. Dia kangen sama mulut lo yang wangi mint itu.” (Bab 12, Godaan Pagi Hari)
“Lebih sakit mana sama lo bohongin dia seumur hidup? Lo pikir lo bisa berhenti ketemu gue begitu dia pulang? Lo pikir badan lo bisa lupa sama rasa kontol gue?” (Bab 13, Ultimatum Hati)
“Aku mau izin kamu. Aku mau kamu tau, dan aku mau kamu ridho. Aku nggak butuh status pacaran sama Yudha. Aku cuma butuh... sesekali. Kalau aku lagi ‘kambuh’.” (Bab 14, Kepulangan dan Kejujuran)
“Kau bisa mendapatkan segalanya, asal kau cukup berani untuk menjadi sedikit... berdosa.” (Bab 15, Cincin di Jari, Rahasia di Kamar Sebelah)