Jatuh cinta juga berarti siap mengalami kekecewaan dan patah hati dalam perjalanannya, yang jika dirawat dengan benar justru akan menumbuhkan cinta sejati. Karena cinta tidak sekadar relasi antarmanusia, tetapi berakar pada kasih sayang Ilahi yang menyatukan segala sesuatu. Sehingga, cinta tidak hanya menghangatkan jiwa, tetapi juga membersihkan hati dari belenggu duniawi.
Jatuh Cinta kepada-Nya adalah perjalanan menuju cinta hakiki, cinta yang mengalir dari hati yang telah melampaui keduniawian. Melalui ajaran-ajaran para sufi dan filsuf yang telah menempuh jalan ini, pembaca diajak merenungkan makna mendalam tentang cinta Ilahi dan langkah-langkah untuk menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag., adalah seorang filsuf Muslim yang lahir di Mojokerto pada 16 Agustus 1975. Beliau dikenal luas melalui ceramah-ceramahnya tentang filsafat yang telah tersebar di berbagai platform media sosial.
Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan dedikasinya dalam bidang filsafat, Fahruddin Faiz telah menjadi inspirasi bagi banyak orang yang tertarik pada kajian filsafat Islam.
Dalam dunia literasi Indonesia, nama Fahruddin Faiz telah menjelma menjadi ikon yang menginspirasi banyak kalangan. Lewat karya-karya penuh makna, ia berhasil menjangkau hati pembaca.