Seni Menyikapi Hidup hadir sebagai jeda—mengajak kita menenangkan pikiran, memahami luka, dan menata kembali hubungan dengan diri sendiri. Lewat refleksi para pemikir seperti Erich Fromm, Ibnul Jauzi, Gandhi, Epicurus, dan Hamka, buku ini menuntun kita menemukan makna sejati di balik hiruk-pikuk modernitas.
Inilah perjalanan lembut menuju ketenangan batin: ketika kita mampu menyikapi hidup dengan sadar, kita pun tumbuh melampaui diri—menjadi pribadi yang bahkan tak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag. lahir di Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia — 16 Agustus 1975. Fahruddin Faiz merupakan dosen dan akademisi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, khususnya di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, serta pernah menjabat sebagai Wakil Dekan.
Karya Tulisan & Buku
Fahruddin Faiz telah menulis banyak karya, baik dalam bentuk buku filsafat, kajian keagamaan, maupun refleksi pemikiran. Beberapa di antaranya:
Buku Karangan
Menghilang, Menemukan Diri Sejati
Menjadi Manusia, Menjadi Hamba
Mati Sebelum Mati: Buka Kesadaran Hakiki
Ihwal Sesat Pikir dan Cacat Logika
Terjemah Rasa
Lintasan Perspektif
Karya Akademik / Terjemahan
Hermeneutika Qur’ani: Antara Teks-Konteks dan Kontekstualisasi
Tafsir Baru Studi Islam dalam Era Multikultural
Filosofi Cinta Kahlil Gibran
Aku Bertanya Maka Aku Ada
…dan beberapa terjemahan serta tulisan lain yang banyak membahas hubungan antara filsafat, spiritualitas, dan pemikiran kontemporer.
Gaya & Fokus Pemikiran
Fahruddin Faiz berfokus pada filsafat sebagai landasan berpikir, terutama bagaimana filsafat membantu memahami agama, kehidupan, dan refleksi diri secara lebih mendalam. Ia mencoba menjadikan filsafat lebih mudah dicerna masyarakat umum tanpa meninggalkan kedalaman intelektualnya.
Selain menulis, ia juga sering diundang ceramah atau memberikan materi kajian bertema pemikiran Islam dan filsafat di berbagai forum serta melalui media sosial.