Abu Hamid al-Ghazali (w. 1111 M) adalah ulama ensiklopedis yang memadukan fikih, teologi, filsafat, dan tasawuf dalam satu horizon keilmuan; setelah meniti puncak prestise akademik, ia mengalami krisis batin yang mendorongnya meninggalkan kemapanan demi pemurnian niat dan disiplin spiritual. Dari pengembaraan intelektual-ruhani itu lahir karya-karya monumental, dengan Ihya’ ‘Ulum al-Din sebagai epos etika-spiritual yang menghidupkan kembali makna ilmu sebagai pembentuk akhlak, bukan sekadar perangkat argumentasi. Warisannya membentangkan sintesis berani: akal diuji secara kritis, tradisi diteguhkan, dan pengalaman rohani dijadikan poros transformasi diri.