Dalam terang Missio Dei, misi Allah dipahami tidak hanya menyangkut keselamatan manusia, tetapi juga pemulihan seluruh ciptaan. Oleh karena itu, buku ini berupaya menegaskan bahwa panggilan gereja bersifat holistik, meliputi pewartaan Injil, rekonsiliasi sosial, serta tanggung jawab ekologis. Refleksi yang disajikan di dalamnya mencoba mengintegrasikan dimensi biblika, teologis, dan praktis, sehingga misi gereja dapat dijalankan secara kontekstual, relevan, dan transformatif di tengah realitas dunia masa kini.
Sebagaimana diungkapkan oleh Pengkhotbah, “tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari,” demikian pula tulisan ini tidak mengklaim menghadirkan kebaruan yang spektakuler. Buku ini hanyalah suatu refleksi teologis yang berusaha membaca kembali panggilan misi gereja dalam relasinya dengan krisis ciptaan, serta mengaitkan iman Kristen dengan tanggung jawab terhadap dunia yang diciptakan Allah. Harapannya, refleksi ini dapat menolong pembaca melihat keterhubungan antara Injil, misi, dan pemeliharaan ciptaan dalam kerangka karya Allah yang menyeluruh.
Marde Christian Stenly Mawikere, penulis buku ini adalah seorang Aparatur Sipil Negara yang melayani sebagai dosen tetap di Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado (sejak Februari 2018). Saat ini mendapat tugas tambahan sebagai Ketua Program Studi Teologi Stratum Dua/Magister Teologi (sejak Agustus 2023). Sebelumnya melayani sebagai Wakil Direktur Pascasarjana (November 2018-Juni 2020).
Penulis memiliki pengalaman melayani sebagai misionaris/zending di Yayasan Pelayanan Desa Terpadu (PESAT Ministry) dari tahun 1995 hingga 2018. Selama masa pengabdiannya sebagai zending pada PESAT Ministry, ia pernah menjabat sebagai dosen tetap dan Dekan di Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu PESAT (dahulu Sekolah Tinggi Teologi Terpadu-Pondok Seminari PESAT) yang tersebar di Tomohon, Sulawesi Utara, Lopait-Salatiga, Jawa Tengah, Samarinda, Kalimantan Timur dan Berastagi, Sumatera Utara dari tahun 2000–2018 serta melayani sebagai Sekretaris PESAT Wilayah Kalimantan (2000-2021), Sekretaris PESAT Wilayah Sulawesi bagian Utara dan Maluku (2004-2007), Koordinator Program Pascasarjana Pembaharu Desa PESAT Head Office (2007-2009) serta Ketua Wilayah/Area Director dari PESAT Papua (2009–2018).
Selain itu, ia juga pernah menjadi dosen tidak tetap di beberapa institusi pendidikan tinggi, antara lain: Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Diaspora Wamena, Papua (2010–2017), Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Wamena (2013–2016), Sekolah Tinggi Teologi Reformasi Wamena (2014–2017) serta Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani, Papua (2015–2016) Marde Mawikere menyelesaikan Pendidikan Tinggi dengan gelar Doktor Teologi dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jaffray Makassar (2017), Magister Teologi dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Gereja Kristen Injili Izaak Samuel Kijne, Jayapura, Papua (2013), serta Sarjana Sains Teologi dari institusi yang sama (2010).
Penulis juga memperoleh gelar Master of Arts in Missions dari Program Pascasarjana Institut Studi Pembangunan dan Kemasyarakatan (Institute for Community and Development Studies), Jakarta (2008) dan Sarjana Teologi dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu PESAT (2000). Marde Mawikere menikah dengan Sudiria Hura, S.Th., S.Pd.K., M.Th., (editor buku ini) yang adalah peneliti dan tenaga kependidikan arsiparis di Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Kepala Laboratorium Pendidikan Kristen Anak Usia Dini di IAKN Manado. Mereka merupakan pasangan suami-istri yang dikaruniai dua anak, Jean Calvin Riedel Mawikere dan Daniella Beauty Melanesia Mawikere. Saat ini, mereka tinggal di kota Manado, Sulawesi Utara. Marde Mawikere memiliki kegemaran menulis dan mempublikasi karya ilmiah dan tulisan lepas.