Karena itu, Kerajaan Allah tidak dipahami secara terpisah dari tema-tema utama Teologi Perjanjian Baru. Teologi Allah, Kristologi, Roh Kudus, keselamatan, manusia, gereja, etika, kehidupan sosial, misi, dan eskatologi merupakan dimensi-dimensi yang saling berkaitan dalam satu karya Allah. Tuhan Yesus Kristus adalah pusatnya: Kerajaan yang diberitakan-Nya hadir dalam diri dan karya-Nya; jalan Kerajaan dinyatakan melalui salib; kemenangan-Nya diteguhkan dalam kebangkitan; Roh Kudus membentuk umat yang hidup di bawah pemerintahan Tuhan Yesus Kristus; dan gereja diutus untuk menjadi saksi-Nya kepada segala bangsa.
Dengan perspektif tersebut, buku ini tidak menyajikan Teologi Perjanjian Baru sebagai kumpulan doktrin yang berdiri sendiri, tetapi sebagai kesaksian yang beragam namun memiliki koherensi dalam horizon pemerintahan Allah. Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paulus, Petrus, Yakobus, Ibrani, dan Wahyu masing-masing memiliki konteks, bentuk sastra, dan tekanan teologis yang khas. Namun, dalam kesaksian kanoniknya, seluruhnya mengarah kepada satu gerak sejarah keselamatan: Allah menyatakan pemerintahan-Nya dan menyelesaikan karya keselamatan-Nya melalui Tuhan Yesus Kristus.
Kajian ini berusaha membaca kesaksian tersebut secara eksegetis, tematis, kontekstual, dan kanonik, dengan memperhatikan teks dalam konteks literer dan historisnya serta menghargai kekhasan masing-masing tulisan. Dengan demikian, sintesis teologis tidak dimaksudkan untuk menghapus keberagaman kesaksian Perjanjian Baru, melainkan memperlihatkan keterhubungannya dalam satu horizon teologis.
Pada akhirnya, Kerajaan Allah menuntut respons kehidupan. Mereka yang hidup di bawah pemerintahan Yesus Kristus dipanggil kepada iman. kasih, kekudusan, kebenaran, keadilan, pengampunan, pelayanan, dan kesaksian. Pengharapan akan kepenuhan Kerajaan bukan alasan untuk pasif, melainkan dasar bagi ketekunan dan kesetiaan dalam kehidupan, pelayanan, misi, serta tanggung jawab terhadap dunia.
Kiranya buku ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan studi Teologi Perjanjian Baru dan menjadi bahan yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, pendeta, pelayan gereja, peneliti, dan setiap pembaca yang ingin memahami kesaksian Perjanjian Baru mengenai pemerintahan Allah secara lebih utuh. Kiranya pembacaan buku ini tidak berhenti pada pemahaman intelektual, tetapi mengarahkan umat kepada kehidupan yang semakin setia di bawah pemerintahan Kristus sambil menantikan penggenapan Kerajaan Allah.
Buku ini lahir dari pengalaman dan refleksi belajar dan mengajar di beberapa perguruang tinggi yakni Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Terpadu PESAT (d/h. Sekolah Tinggi Teologi Terpadu-Pondok Seminari Pelayanan Desa Terpadu) yang tersebar di Salatiga, Tomohon, Samarinda dan Sibolangit, Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Diaspora, Wamena, Sekolah Tinggi Teologi Arastamar, Wamena, Sekolah Tinggi Teologi Reformasi, Wamena dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado. Karena itu, kepada para “mantan” mahasiswa jenjang Sarjana dan Pascasarjana yang telah belajar bersama dalam pembelajaran ini, penulis mengucapkan terima kasih. Secara khusus, penulis menyampaikan penghargaan kepada Sudiria Hura, M.Th, “rekan kembara pembelajaran abadi” atas kontribusinya sebagai editor dalam proses penyuntingan dan penyempurnaan naskah ini. Terimakasih kepada anak-anak terkasih kami: Jean Calvin Riedel Mawikere dan Daniella Beauty Melanesia Mawikere. Kepada mereka, kami mempersembahkan buku ini.
Marde Christian Stenly Mawikere, penulis buku ini adalah seorang Aparatur Sipil Negara yang melayani sebagai dosen tetap di Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado (sejak Februari 2018). Saat ini mendapat tugas tambahan sebagai Ketua Program Studi Teologi Stratum Dua/Magister Teologi (sejak Agustus 2023). Sebelumnya melaani sebagi Wakil Direktur Pascasarjana (November 2018-Juni 2020). Ia memiliki pengalaman melayani sebagai misionaris/zending di Yayasan Pelayanan Desa Terpadu (PESAT Ministry) dari tahun 1995 hingga 2018. Selama masa pengabdiannya sebagai zending pada PESAT Ministry, ia pernah menjabat sebagai dosen tetap dan Dekan di Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu PESAT (dahulu Sekolah Tinggi Teologi Terpadu-Pondok Seminari PESAT) yang tersebar di Tomohon, Sulawesi Utara, Lopait-Salatiga, Jawa Tengah, Samarinda, Kalimantan Timur dan Berastagi, Sumatera Utara dari tahun 2000–2018 serta melayani sebagai Sekretaris PESAT Wilayah Kalimantan (2000-2021), Sekretaris PESAT Wilayah Sulawesi bagian Utara dan Maluku (2004-2007), Koordinator Program Pascasarjana Pembaharu Desa PESAT Head Office (2007-2009) serta Ketua Wilayah/Area Director dari PESAT Papua (2009–2018). Selain itu, ia juga pernah menjadi dosen tidak tetap di beberapa institusi pendidikan tinggi, antara lain: Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Diaspora Wamena, Papua (2010–2017), Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Wamena (2013–2016), Sekolah Tinggi Teologi Reformasi Wamena (2014–2017) serta Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani, Papua (2015–2016) Marde Mawikere menyelesaikan Pendidikan Tinggi dengan gelar Doktor Teologi dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jaffray Makassar (2017), Magister Teologi dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Gereja Kristen Injili Izaak Samuel Kijne, Jayapura, Papua (2013), serta Sarjana Sains Teologi dari institusi yang sama (2010). Ia juga memperoleh gelar Master of Arts in Missions dari Program Pascasarjana Institut Studi Pembangunan dan Kemasyarakatan (Institute for Community and Development Studies), Jakarta (2008) dan Sarjana Teologi dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu PESAT (2000).
Editor buku ini Sudiria Hura adalah peneliti dan tenaga kependidikan arsiparis di Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Kepala Laboratorium Pendidikan Kristen Anak Usia Dini di IAKN Manado. Ia pernah menjadi pengajar di Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini pada Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Manado. Sebelumnya, ia melayani sebagai misionaris/zending pada PESAT Ministry dari tahun 2000 hingga 2018. Dalam masa pelayanannya tersebut, ia pernah menjadi guru dan Kepala Sekolah di Play Group dan Taman Kanak-Kanak Ceria Terpadu Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua (2009–2018) serta mengajar Tata Busana bagi para mahasiswi STAK Terpadu PESAT di Tomohon dan Lopait-Salatiga. Sudiria Hura memperoleh gelar Magister Teologi dari Sekolah Tinggi Teologi Johanes Calvin Bali (2016), Sarjana Pendidikan Kristen dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena, Papua (2012), serta Sarjana Teologi dari STAK Terpadu PESAT (2007). Bersama dengan Marde Mawikere, Sudiria Hura telah mempublikasikan banyak artikel pada beragam Jurnal Ilmiah dan Book Chapter yang dapat diakses melalui akun mereka pada Google Scholar, SINTA dan ORCID. Mereka merupakan pasangan suami-istri yang dikaruniai dua anak, Jean Calvin Riedel Mawikere dan Daniella Beauty Melanesia Mawikere. Saat ini, mereka tinggal di kota Manado, Sulawesi Utara.