Lyra, yang jiwanya terikat pada dunia manusia, dan Kael, yang berasal dari sisi lain bayangan, adalah keturunan terakhir dari takdir ini. Mereka dipaksa untuk memilih: bersatu dan memicu akhir dunia seperti yang diukir para leluhur, atau dipisahkan secara paksa, membiarkan dunia bayangan retak dan menelan segalanya.
Namun, di puncak Kuil Northwest, keputusan telah dibuat. Kini, di tepi Danau Cermin yang sunyi, Lyra dan Kael telah mengaktifkan sebuah kekuatan kuno. Retakan yang mengancam dunia mulai terlihat. Kabut dan api mulai berkelindan, menandai awal dari sebuah tantangan yang jauh lebih gelap.
Kata-kata The Warden menggema dalam kesunyian: ”Perjalanan kalian baru dimulai… dan dunia menunggu langkah kalian berikutnya.”
Apakah Lyra dan Kael dapat menyelamatkan apa yang mereka cintai tanpa mengorbankan segalanya? Akankah ikatan mereka menjadi penyelamat atau justru menjadi malapetaka terbesar? Di ambang kehancuran, takdir mereka akan diuji, dan masa depan dua dunia akan ditentukan.
Van Garko adalah seorang penulis fiksi yang lahir dan besar di Garut. Banyak naskah cerita novel yang telah ditulis tetapi belum dirilis. Dengan bantuan kawan-kawan, serial novel Jejak dan Paradox Protocol bisa dirilis.
Sekarang, menerbitkan kembali novel romantic fantasy (Romantasy) yang berjudul Lumivain adalah buku yang terbagi tiga edisi (trilogy). Sebelum merambah dunia novel, Van Garko telah banyak berkarya sebagai penulis artikel, feature dan cerita pendek. Tulisannya tersebar di berbagai media cetak dan media online, mengasah kemampuannya merangkai kata dan membangun narasi yang menarik.
Kecintaannya pada membaca buku mendorongnya untuk menciptakan dunia novel yang mendebarkan sekaligus membuat orang berfantasi. Dengan latar belakang kepenulisannya yang solid, Van Garko siap mengajak pembaca menyelami alur yang tak terduga dalam karya-karyanya.[]