Buku ini membahas satu persoalan yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan, tetapi terlalu lama dianggap normal, yaitu pengelolaan dana IPL yang tidak transparan, tidak akuntabel, dan terus melahirkan konflik berulang di lingkungan hunian.
Selama bertahun tahun, banyak warga menerima kenaikan iuran, laporan keuangan yang membingungkan, pengeluaran yang tidak jelas, serta keputusan pengelolaan yang tertutup, seolah semua itu merupakan bagian alami dari kehidupan bersama. Padahal di balik semua itu, terdapat persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar uang.
Buku ini tidak hanya membahas tentang IPL sebagai iuran lingkungan.
Buku ini membahas bagaimana sebuah sistem bekerja. Bagaimana sistem membentuk perilaku. Bagaimana ketertutupan dipelihara. Bagaimana warga perlahan kehilangan kontrol atas uang yang sebenarnya milik bersama. Dan yang paling penting, bagaimana sesuatu yang seharusnya sederhana dapat diubah menjadi rumit agar sulit dipertanyakan.
Melalui pendekatan yang tajam, reflektif, dan berbasis logika sistem, buku ini membedah berbagai lapisan persoalan dalam pengelolaan IPL, mulai dari konflik kepentingan, ilusi transparansi, manipulasi angka, pengadaan yang rawan kebocoran, teknologi yang justru dipakai untuk menyembunyikan data, hingga pola sosial yang membuat warga lelah untuk terus bertanya.
Buku ini juga menunjukkan bahwa masalah utama bukan semata mata berada pada individu yang tidak jujur.
Masalah terbesar justru berada pada sistem yang memungkinkan penyimpangan berlangsung tanpa pengawasan yang efektif.
Dengan gaya penulisan yang kritis tetapi tetap edukatif, IPL Bukan ATM mengajak pembaca melihat satu kenyataan yang sering dihindari:
Sistem yang tidak dapat diperiksa, pada akhirnya akan lebih mudah melayani kepentingan pengelolanya dibandingkan kepentingan warganya sendiri.
Buku ini ditulis bukan untuk menciptakan kemarahan sesaat.
Buku ini ditulis agar warga mulai memahami haknya, memahami cara kerja sistem, lalu menyadari bahwa transparansi bukan permintaan berlebihan, melainkan syarat dasar agar kehidupan bersama tetap sehat.
Sigit Pramadi, MBA., CRISC, BCCE adalah penulis, pengamat sistem sosial, praktisi manajemen risiko, serta pemerhati transparansi dan perilaku organisasi yang telah berkecimpung di berbagai industri selama lebih dari tiga dekade.
Pengalamannya mencakup dunia penerbangan, teknologi informasi, audit, pasar keuangan, tata kelola sistem, manajemen risiko, serta keberlangsungan usaha. Dari berbagai bidang tersebut, ia melihat satu pola yang terus muncul dalam bentuk berbeda: manusia modern semakin sibuk membangun sistem, tetapi semakin jarang mempertanyakan apakah sistem tersebut benar benar sehat bagi manusia yang hidup di dalamnya.
Latar belakang akademiknya berasal dari bidang Manajemen Informatika di STMIK Budi Luhur serta gelar MBA dari University of Strathclyde, Glasgow. Ia juga memiliki berbagai sertifikasi internasional, seperti CRISC dari ISACA, BCCE dari BCM Institute, ITLF dari EXIN, serta sertifikasi teknis dari CISCO, IBM, dan ORACLE.
Namun bagi Sigit Pramadi, pengetahuan teknis hanyalah alat.
Yang lebih penting adalah kemampuan melihat pola yang tersembunyi di balik sesuatu yang dianggap normal oleh masyarakat.
Melalui tulisan tulisannya, ia banyak mengangkat tema mengenai transparansi sosial, kritik terhadap ilusi modern, filosofi kehidupan, motivasi berbasis kesadaran, serta hubungan antara manusia dan sistem yang membentuk perilakunya.
Gaya penulisannya dikenal tajam, reflektif, dan kontemplatif. Ia tidak menulis untuk membuat pembaca merasa nyaman, tetapi untuk membantu pembaca melihat sesuatu yang selama ini terlalu sering diterima tanpa dipertanyakan.
Dalam berbagai karyanya, ia berusaha menunjukkan bahwa banyak persoalan sosial sebenarnya bukan muncul karena manusia sepenuhnya buruk, melainkan karena sistem yang terlalu lama dibiarkan tanpa pemeriksaan yang sehat.
Baginya, transparansi bukan sekadar persoalan administrasi. Transparansi adalah bentuk penghormatan terhadap manusia lain.
Kontak & Referensi
Email: info@fpa-id.com
Website: www.fpa-id.com / FPA Indonesia Official Website