Mengangkat tema hubungan cinta terlarang antara ayah dan anak perempuan, novel ini langsung ditolak penerbit ketika ditawarkan. Bahkan sang ayah, yang merupakan pemilik penerbitan itu, tak mau mengembalikan manuskripnya, dan baru terbit lebih seabad kemudian. Kisahnya memang fiktif, dan serupa di novel yang ditulisnya kemudian, Frankenstein, Mary Shelley mempergunakan fantasi untuk mengorek dunia personal manusia. Novel ini berkisah tentang seorang ayah yang kehilangan istrinya ketika melahirkan, dan diteror oleh hasrat cinta kepada anaknya, yang dikira sebagai penjelmaan sang istri. Sebuah kisah transenden tentang pencarian cinta dan penebusan dosa.
Taman Moooi Pustaka, merupakan sebuah inisiatif yang khusus menerbitkan karya terjemahan dari berbagai khasanah, dan diterjemahkan dari bahasa aslinya.
Mary Wollstonecraft Shelley merupakan novelis Inggris kelahiranย 30ย Augustย 1797, dari keluarga terpandang di lingkaran intelektual serta kesusastraan. Meskipun lebih banyak dididik di rumah, ia menguasai bahasa Latin, Prancis, Italia, serta Yunani. Ia dikenal antara lain melalui novel gothicย Frankenstein, novel apokaliptikย The Last Man, sertaย Mathildaย yang berkisah mengenai tema romantik dari inses dan bunuh diri. Ia meninggalย 1ย Februaryย 1851.