Namun, kekasih yang dibanggakannya tidak puas dengan ketidakinginan Tities kembali meraih cita - cita. Dianggapnya Tities perempuan tanpa mimpi dan tidak ingin sukses. Tuntutan dan perbedaan pendapat membuat Tities lelah dan memilih berpisah dari pacar yang sudah cukup lama bersamanya.
Di tempat baru, Tities kembali dihadapkan dengan sosok yang lebih tinggi dari sosok mantan pacarnya. Sosok yang terlalu bersinar dan menyilaukan mata. Meski berusaha menolak, Tities kadang tak mampu mengelak dari pesona sang pria.
Hingga di satu titik, Tities merasa bahwa dirinya tidak cukup pantas bersanding dengan sang pencuri hati, ia memilih mengundurkan diri dari.
Namun bagi pria itu, Tities tidak pernah menjadi bayangan gelap dirinya. Sebaliknya, gadis itu mampu berdiri dengan warnanya sendiri.
Namun Tities tak cukup percaya diri. Ia tidak akan pernah mampu bersanding dengan Matahari.
Julie Hasjiem adalah penulis fiksi yang telah aktif menulis sejak tahun 2016. Ia dikenal melalui karya-karya yang mengangkat dinamika emosi manusia, relasi yang kompleks, serta perjalanan batin yang sunyi namun jujur. Melalui gaya bertutur yang reflektif dan intim, Julie sering mengeksplorasi tema kehilangan, pertumbuhan, luka keluarga, serta keberanian untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.
Karakter-karakter dalam tulisannya hadir sebagai individu yang tidak sempurna—rapuh, keras kepala, tetapi terus berusaha memahami hidup dengan cara mereka masing-masing. Baginya, menulis bukan sekadar bercerita, melainkan ruang untuk memaknai pengalaman, merangkai ulang kenangan, dan menemukan bentuk pulang yang baru.
Karya-karya Julie telah dibaca oleh ribuan pembaca daring, dan kini tersedia dalam format digital untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih dekat dan personal. Ia percaya bahwa cerita yang baik bukan hanya tentang akhir yang bahagia, tetapi tentang perjalanan yang jujur dan keberanian untuk tetap melangkah.