Pepatah itu sepertinya tidak berlaku bagi Tisha yang sudah bekerja satu tahun sebagai bawahan bosnya yang gila kerja, disiplin dan perfeksionis. Bukannya turut memiliki etos kerja yang tinggi, tapi Tisha justru merasa bahwa bosnya itu bukan manusia melainkan robot. Si Bos bahkan tetap masuk kerja ketika anaknya dirawat di rumah sakit, istrinya kecelakaan dan bahkan pada hari libur Nasional.
Tisha benci setengah hidup pada lelaki yang menjabat sebagai kepala cabang di perusahaan tempat ia bekerja. Apalagi setiap si Bos mengomentari penampilan Tisha yang lebih banyak cuek daripada sadar diri. Singkatnya, sombong banget deh si Bos itu. Mentang – mentang punya istri artis dan se-sirkel dengan banyak tokoh terkenal.
"Eh bentar, gak usah belagu deh jadi atasan. Di Tanah Abang, atasan diobral seratus ribu dapet 3."
- Letisha
Ini bukan sekedar asam garam kehidupan bagi perjalanan hidup Tisha. Lemon bukan sekedar nama panggilan buat seorang Tisha, tapi juga menjadi varian rasa yang ia lalui dalam kesehariannya. Sudah kurus, makin kurus deh dia makan hati karena bekerja dengan bosnya yang baru.
Julie Hasjiem adalah penulis fiksi yang telah aktif menulis sejak tahun 2016. Ia dikenal melalui karya-karya yang mengangkat dinamika emosi manusia, relasi yang kompleks, serta perjalanan batin yang sunyi namun jujur. Melalui gaya bertutur yang reflektif dan intim, Julie sering mengeksplorasi tema kehilangan, pertumbuhan, luka keluarga, serta keberanian untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.
Karakter-karakter dalam tulisannya hadir sebagai individu yang tidak sempurna—rapuh, keras kepala, tetapi terus berusaha memahami hidup dengan cara mereka masing-masing. Baginya, menulis bukan sekadar bercerita, melainkan ruang untuk memaknai pengalaman, merangkai ulang kenangan, dan menemukan bentuk pulang yang baru.
Karya-karya Julie telah dibaca oleh ribuan pembaca daring, dan kini tersedia dalam format digital untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih dekat dan personal. Ia percaya bahwa cerita yang baik bukan hanya tentang akhir yang bahagia, tetapi tentang perjalanan yang jujur dan keberanian untuk tetap melangkah.