PU leather itu bukan kulit yang murah. Dia kain dasar yang dilapisi plastik poliuretan supaya tampak dan teraba seperti kulit, dan itu beda mendasar dari kulit asli yang satu bahan utuh. Saat lapisan poliuretannya terpapar uap air, ikatan molekulnya putus lewat hidrolisis, lapisan melunak, lalu delaminasi, dan begitu terkelupas dari kain dasarnya tidak ada yang bisa diperbaiki. Bukan cacat produksi. Itu memang cara kerjanya.
Di bengkel, aku sudah terlalu sering lihat PU murah mulai mengelupas dalam 12 sampai 18 bulan, sementara yang lapisannya tebal dan berbasis microfiber bisa bertahan 5 sampai 7 tahun. Selisih harga di langgananku antara PU biasa dan microfiber bisa 2 sampai 3 kali lipat. Dan pernah ada pembeli komplain dan kasih ulasan jelek karena dia kira tulisan "kulit sintetis" di lapak berarti kulit asli. Sejak itu aku selalu tulis PU dan perkiraan umur pakai di deskripsi produk.
Buku ini tidak mengharamkan PU. Untuk produk masal, barang yang sering kena air, atau segmen harga sangat terjangkau, PU sering jadi pilihan yang masuk akal, sepanjang pembeli tahu itu PU. Yang dipermasalahkan di sini hanya satu: menjualnya seolah kulit asli.
Untuk pengrajin yang butuh bahan murah, penjual online yang pernah kena komplain salah ekspektasi, dan pemula yang mau latihan potong-jahit tanpa rugi bahan mahal, buku ini memisahkan PU murah dari PU bermutu, menjelaskan kenapa kulit sintetis PU mengelupas dan kapan dia pilihan sah, serta cara jual dengan label yang jujur tanpa kehilangan daya jual.
Ibrahim Anwar, dikenal sebagai Hibranwar. Praktisi yang menjalankan tiga bisnis di Indonesia: distribusi pompa industri, bengkel las dan engineering, dan workshop kulit buatan tangan. Berbasis di Cileungsi, Bogor. Menulis dari sudut pandang operator lapangan, bukan konsultan. Lebih nyaman di workshop daripada di kantor.
Praktisi zettelkasten sejak 2019. Penulis lepas yang menerbitkan untuk pembaca yang ingin membaca dari operator yang punya skin in the game.
ORCID: 0009-0006-0425-4923