Sangkar Emas Berbisa: Novel Dewasa Penuh Gairah: Perselingkuhan Rahasia, Obsesi, dan Kesepakatan Ranjang Terlarang

Ā· Love Story Publisher
Ebook
467
Pages
Eligible

About this ebook

Di balik kemewahan hidupnya, Carissa menyimpan rahasia kelam. Novel dewasa penuh gairah ini mengupas perselingkuhan rahasia seorang istri yang kelaparan akan sentuhan. Terperangkap dalam sangkar emas pernikahan yang dingin bersama suaminya yang sukses, Carissa merasa hampa dan tak pernah terpuaskan. Keputusasaan itu mendorongnya mencari pelampiasan pada Raka, seorang pria muda yang mampu memberikan ledakan syahwat, membangkitkan sisi keliaran Carissa yang selama ini terkunci rapat di balik citra anggun seorang sosialita.

Setiap pertemuan sembunyi-sembunyi mereka dipenuhi oleh adrenalin, desahan yang tertahan, dan permainan kucing-kucingan yang mendebarkan di tempat-tempat berisiko. Namun, ketika keliaran gairah ini perlahan berubah menjadi obsesi yang memabukkan, batas antara kebohongan dan kenyataan mulai mengabur. Pengkhianatan yang memacu jantung ini pada akhirnya tercium oleh sang suami, memicu sebuah badai yang tak terduga. Alih-alih berujung pada perceraian yang menghancurkan, sebuah kesepakatan ranjang terlarang yang ekstrem justru tercipta, menarik ketiganya ke dalam jurang batas moralitas yang tak lagi memiliki jalan kembali.

šŸ’Ž Sangkar Kemewahan yang Hampa: Menggali konflik batin dan keputusasaan emosional seorang istri pengusaha yang hidup serba ada namun mati rasa di atas ranjangnya sendiri.

šŸ”„ Chemistry Panas & Erotisme Liar: Nikmati fiksi erotis dengan adegan-adegan perselingkuhan intens, tanpa sensor, dan berisiko tinggi yang akan membuat adrenalin Anda ikut terpacu.

🤫 Trope Kucing-Kucingan & Obsesi: Menawarkan ketegangan psikologis dari perselingkuhan rahasia yang menyatukan rasa takut akan ketahuan dengan hasrat yang tak terbendung.

šŸ–¤ Kesepakatan Tabu: Bersiaplah menghadapi dinamika dark romance mendebarkan di mana batasan moral suami istri sengaja diruntuhkan demi kepuasan syahwat absolut.

Sanggupkah Anda menahan godaan dari setiap lembar kisahnya yang panas dan penuh dosa? Jangan biarkan rasa penasaran Anda menggantung—baca sampel gratisnya atau miliki novel ini sekarang, dan saksikan sendiri bagaimana kewarasan hancur oleh gairah yang tak terbatas!

***

"Kalau kamu butuh objek anatomi yang nyata... yang hidup, bernapas, dan bisa kamu sentuh... bawa kanvas dan alat lukismu ke kamar Tante sekarang." (Bab 1: Kanvas Kulit Malam Hari)

"Malam ini baru saja dimulai, dan lukisan terindah yang tercipta malam ini bukanlah di atas kanvas, melainkan di atas kanvas kulitku yang terbakar oleh sapuan kuasnya yang berdarah panas." (Bab 2: Sapuan Kuas Berdarah Panas)

"Sebuah ikatan gelap baru saja tersegel di pagi buta ini. Pemuda culun ini telah sepenuhnya kutarik masuk ke dalam jaring dosaku. Dan aku tahu, aku tidak akan pernah melepaskannya." (Bab 3: Gairah Pagi Buta)

"Orgasme fisik telah kuraih, namun rongga di dadaku terasa semakin hampa dan sepi. Aku adalah seorang wanita yang dikutuk dengan rasa lapar yang tak akan pernah bisa dipadamkan oleh benda mati maupun pria lemah." (Bab 4: Kekecewaan di Balik Selimut Sutra)

"Senyum simpul terbentuk di bibir merahnya yang basah, sebuah senyuman berdarah dingin yang seakan berkata: Selamat datang di sarangku, mangsa kecil. Kau tak akan bisa lari ke mana-mana." (Bab 5: Undangan Berdarah Dingin)

"Parasit-parasit itu sudah tertidur. Panggung ini sekarang sepenuhnya milikku." (Bab 6: Gelembung Sampanye dan Kesadaran yang Hilang)

"Di bawah bayang-bayang dominasi Nyonya Carissa, aku telah resmi menjadi anjing peliharaannya, siap untuk menuruti segala perintah liarnya malam ini." (Bab 7: Predator Mendekati Mangsa)

"Mengulum kontol suami orang tepat di samping telinga istrinya yang sedang mabuk adalah level eksibisionisme dan keliaran yang membuat rahimku terasa mau meledak saking nikmatnya." (Bab 8: Kenikmatan Terlarang di Sisi Sang Istri)

"Jika Carissa adalah predator yang buas, maka malam ini aku akan menjadi monster yang ia ciptakan." (Bab 9: Penetrasi di Bawah Bayang-Bayang)

"Di sebuah sangkar emas yang dikuasai oleh seorang predator, tidak ada satu pun sudut pelarian yang benar-benar aman bagi sang mangsa." (Bab 10: Pelarian ke Ruang Uap)

"Sifat submisifnya telah mengambil alih kendali otaknya. Sengatan rasa bersalah itu justru menjadi pelumas bagi gairahnya." (Bab 11: Sergapan Kedua Sang Nyonya)

"Eksploitasi tuntas. Pria ini, seutuhnya, tubuh dan jiwanya, kini telah menjadi budak di bawah telapak kakiku." (Bab 12: Eksploitasi Tuntas di Balik Kaca Berembun)

"Secara mental dan seksual, aku tahu pasti bahwa aku tidak pernah benar-benar pulang. Jiwaku telah tertinggal di atas karpet berbulu itu, terjerat tak berdaya dalam pelukan Nyonya Carissa yang tak akan pernah terpuaskan." (Bab 13: Tatapan Penuh Rahasia di Pagi Hari)

"Aku memuntahkan pejuku di dalam tubuh istri yang kucintai. Namun, batin dan hasratku terasa begitu sepi, sangat hampa." (Bab 14: Kewajiban Suami yang Terasa Hambar)

"Aku tidak sedang menuju tempat eksekusi, aku sedang menjemput takdir liarku. Dan sialnya, aku sangat menantikannya." (Bab 15: Hasrat yang Memanggil Pulang)

"Mereka tak lagi peduli pada status sosial atau dosa pengkhianatan. Mereka hanyalah dua ekor pejantan yang telah kutundukkan ritme napas dan gairahnya." (Bab 16: Pemanasan Tiga Arah)

"Malam ini, aku telah membuktikan bahwa dominasiku absolut. Dua pria ini telah resmi menjadi budak abadiku." (Bab 17: Penetrasi Ganda yang Merobek Batas)

"Aku adalah dewi berdarah dingin yang berhasil menyeret tiga pria ke dasar neraka kenikmatan yang paling dalam. Dan tak ada satu pun dari mereka yang akan bisa lepas dari jerat sensual ini." (Bab 18: Puncak Pesta Para Lelaki)

"Pria pemalu itu sudah mati tercekik di atas karpet berbulu penthouse. Yang pulang malam ini adalah seekor monster yang baru saja mencicipi darah segar." (Bab 19: Kecurigaan yang Tumbuh)

"Pengakuan dosa yang luar biasa kotor itu membuat rahimku berkedut hebat. Kesombongan dan kepuasan absolut meledak di dadaku." (Bab 20: Tamu Tak Diundang di Jam Sibuk)

"Pemandangan hari ini telah benar-benar menghancurkan akal sehat kami bertiga. Dan aku tahu, tidak akan pernah ada jalan kembali." (Bab 21: Pemandangan yang Menghancurkan Akal)

"Hari ini, esok, dan untuk selamanya, rahimku tak akan pernah merasa kelaparan lagi." (Bab 22: Kesepakatan Syahwat Tanpa Batas)

"Di dalam sangkar emas yang dipenuhi dosa ini, aku telah membuktikan satu hal: tidak ada kesetiaan yang tak bisa dibeli, tidak ada moralitas yang tak bisa dihancurkan." (Bab 23: Epilog - Pesta Abadi di Sangkar Emas)

Di balik kemewahan hidupnya, Carissa menyimpan rahasia kelam. Novel dewasa penuh gairah ini mengupas perselingkuhan rahasia seorang istri yang kelaparan akan sentuhan. Terperangkap dalam sangkar emas pernikahan yang dingin bersama suaminya yang sukses, Carissa merasa hampa dan tak pernah terpuask...

Discover more

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.