Novel romansa dewasa ini tidak sekadar mengeksplorasi gairah yang dipaksakan, melainkan menyelam dalam ke dasar palung trauma dan konflik batin yang menyiksa. Saat Linda dipaksa menukar harga dirinya di atas meja rapat dan di lorong-lorong dingin, batas antara keputusasaan dan kepasrahan perlahan memudar. Tubuhnya mungkin takluk oleh sentuhan dominan sang atasan, namun jiwanya merekam setiap tetes penghinaan. Ketika rasa sakit telah mencapai puncaknya, air mata Linda mengeras menjadi baja, merajut sebuah rencana balas dendam sempurna seorang istri yang tidak akan pernah dilupakan oleh sang predator.
• Skandal Tempat Kerja yang Kelam: Intrik manipulasi kekuasaan (power play) yang kejam antara atasan sosiopat dan bawahan yang terjebak keadaan.
• Eksplorasi Emosi yang Mendalam: Penyelaman puitis ke dalam trauma, rasa bersalah, dan pergolakan batin seorang wanita yang mati-matian mempertahankan kewarasannya.
• Tensi Psikologis Maksimal: Adegan-adegan sensual yang evokatif dan menyesakkan napas, ditulis blak-blakan dari sudut pandang orang pertama.
• Balas Dendam yang Brilian: Kepuasan emosional yang memuncak saat sang mangsa membalikkan keadaan dan menghancurkan sangkar kacanya.
Apakah Linda berhasil merebut kembali sisa-sisa harga dirinya, atau justru tenggelam selamanya dalam noda dosa? Buktikan sendiri ketegangannya dan baca bab pertamanya sekarang sebelum Anda ikut terjerat dalam permainannya!
***
Contents:
Gema Masa Lalu di Pesta Dansa—1
Panas di Lantai Dua Puluh—15
Orgasme Hampa di Mulut Adam—29
Kontrakan Dingin di Depok—47
Teman Setia di Kamar Mandi—61
Mata Predator di Menara Kaca—79
Telepon Mesra dan Paksaan Pertama—89
Orgasme Jijik di Lidah Bos—103
Penetrasi Kotor di Meja Rapat—117
Teror di Pintu Kontrakan—137
Noda Sperma dan Sumpah Linda—155
Jebakan Pertama di Gudang Kantor—167
Satu Malam Terakhir untuk Keadilan—183
Pengakuan Sang Predator—199
Penebusan di Ujung Kehancuran—211
Epilog: Kopi Pahit di Pagi Hari—227