Pemerintah China, yang di kontrol secara rahasia oleh keturunan raja terakhir dinasty Qhing, mengirim mata-mata terbaik dan pasukan elit yang di kawal oleh kapal induk mereka ke Sydney, untuk mendapatkan segel itu. Pemerintah Australia, melalui Perdana Menteri Palmer harus berjuang agar Sydney tidak runtuh. Disaat yang sama, Palmer adalah bagian dari skandal masa lalu yang bisa membuat Sydney bisa jatuh, Palmer adalah ayah biologis Michele, yang dia sembunyikan dari publik Australia. Sydney di ambang keruntuhan dan perang dunia tidak terelakkan. Hanya Sabir dan Michele yang bisa menghentikannya.
Saparuddin Santa adalah penulis essay dan opini diberbagai media nasional dan lokal. Tulisan-tulisannya dapat ditemukan di kolom Detik.com, opini Tribun-Timur.com, Kompasiana, Fajar Makassar, Sindosulsel, dan beberapa media lokal. Alumni jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Makassar, program study jurnalistik. Time Has ComeSydney Has Fallen adalah novel pertamanya yang dia tulis saat mendapatkan beasiswa short course di Sydney Australia tahun 2008. Saat ini Novel Time Has Come-Sydney Has Fallen, sedang mengikuti beberapa seleksi fellowship internasional, diantaranya, Solitude Fellowship Jerman, DAAD fellowship Jerman dan Asian American Fellowship USA. Saparuddin Santa menggunakan nama Din Santa untuk karya-karya novelnya. Empat novel lainnya sedang dalam tahap penyelesaian, yaitu Empire of Shadows, Pembunuh Hujan (The Rain Killer), Perjalanan Ketujuh dan The Old Man From Tokyo. Pria yang memiliki hoby backpacker, fototografi dan berpetualang ini sudah mengunjungi banyak negara-negara di Asean: Singapura, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Laos, serta ke China Utara. Juga pernah mendapat beasiswa ke Jepang dan Australia.