Time Has Come: Sydney Has Fallen

· Elementa Media
1 review
Ebook
301
Pages

About this ebook

Seorang Mahasiswa Indonesia di Australia, SABIR, menjadi orang terakhir yang bertemu seorang nenek yang tewas mengenaskan di stasiun Cirqular Quay - Sydney. Sebelum kematiannya, nenek tersebut men-itipkan tas berisi wasiat dan potongan segel kerajaan keturunan dinasty Ming. Segel itu menjadi keabsahan ( secara rahasia ) pemerintahan China era modern dan masa depan, yang saat ini di pimpin oleh keturunan dinasti Qhing. Sementara itu, potongan segel lainnya, berada di tangan jurnalis ABC News Australia, Michele. Sabir dan Michele tidak tahu bahwa potongan segel itu akan membawa mereka pada perebutan kekuasaan elit China. Sabir menjadi buronan polisi federal Australia dan mata-mata China, serta kelompok kriminal yang menginginkan uang.

Pemerintah China, yang di kontrol secara rahasia oleh keturunan raja terakhir dinasty Qhing, mengirim mata-mata terbaik dan pasukan elit yang di kawal oleh kapal induk mereka ke Sydney, untuk mendapatkan segel itu. Pemerintah Australia, melalui Perdana Menteri Palmer harus berjuang agar Sydney tidak runtuh. Disaat yang sama, Palmer adalah bagian dari skandal masa lalu yang bisa membuat Sydney bisa jatuh, Palmer adalah ayah biologis Michele, yang dia sembunyikan dari publik Australia. Sydney di ambang keruntuhan dan perang dunia tidak terelakkan. Hanya Sabir dan Michele yang bisa menghentikannya.


Seorang Mahasiswa Indonesia di Australia, SABIR, menjadi orang terakhir yang bertemu seorang nenek yang tewas mengenaskan di stasiun Cirqular Quay - Sydney. Sebelum kematiannya, nenek tersebut men-itipkan tas berisi wasiat dan potongan segel kerajaan keturunan dinasty Ming. Segel itu menjadi keab...

Discover more

Ratings and reviews

1 review

About the author

Saparuddin Santa adalah penulis essay dan opini diberbagai media nasional dan lokal. Tulisan-tulisannya dapat ditemukan di kolom Detik.com, opini Tribun-Timur.com, Kompasiana, Fajar Makassar, Sindosulsel, dan beberapa media lokal. Alumni jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Makassar, program study jurnalistik. Time Has ComeSydney Has Fallen adalah novel pertamanya yang dia tulis saat mendapatkan beasiswa short course di Sydney Australia tahun 2008. Saat ini Novel Time Has Come-Sydney Has Fallen, sedang mengikuti beberapa seleksi fellowship internasional, diantaranya, Solitude Fellowship Jerman, DAAD fellowship Jerman dan Asian American Fellowship USA.  Saparuddin Santa menggunakan nama Din Santa untuk karya-karya novelnya. Empat novel lainnya sedang dalam tahap penyelesaian, yaitu Empire of Shadows, Pembunuh Hujan (The Rain Killer), Perjalanan Ketujuh dan The Old Man From Tokyo. Pria yang memiliki hoby backpacker, fototografi dan berpetualang ini sudah mengunjungi banyak negara-negara di Asean: Singapura, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Laos, serta ke China Utara. Juga pernah mendapat beasiswa ke Jepang dan Australia.  

Saparuddin Santa adalah penulis essay dan opini diberbagai media nasional dan lokal. Tulisan-tulisannya dapat ditemukan di kolom Detik.com, opini Tribun-Timur.com, Kompasiana, Fajar Makassar, Sindosulsel, dan beberapa media lokal. Alumni jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Makassar, pr...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.