Sebagian datang karena bertahan terlalu lama di tempat yang tidak pernah benar-benar memilih kita.
Buku ini adalah kisah seorang perempuan yang bergulat dengan perasaannya sendiri, tentang cinta yang tumbuh tanpa kepastian, kedekatan yang tidak pernah memiliki nama, dan keberanian untuk berhenti ketika hatinya mulai lelah. Di antara harapan, kecemasan, dan rasa bersalah, ia belajar bahwa mencintai tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri.
Ditulis dengan bahasa puitis dan reflektif, novel ini membawa pembaca menyusuri ruang batin yang sunyi: overthinking, keterikatan emosional, hingga proses melepaskan tanpa kebencian. Bukan tentang mencari siapa yang salah, melainkan tentang menemukan diri yang sempat terlupakan.
Ini bukan cerita tentang mendapatkan seseorang.
Ini adalah cerita tentang memilih diri sendiri yang pada akhirnya berkata, aku baik-baik saja.
Bea Hana Siswati adalah seorang pendidik dan penulis yang menaruh perhatian pada dunia bahasa, pembelajaran, dan pengalaman batin manusia. Melalui latar belakang akademiknya, ia terbiasa bekerja dengan teks, makna, dan refleksi—namun dalam karya fiksi ini, ia memilih jalur yang lebih personal dan kontemplatif.
Ketertarikannya pada proses berpikir, perasaan, dan dinamika relasi manusia tercermin dalam gaya tulisannya yang tenang, puitis, dan psikologis. Ia percaya bahwa menulis bukan sekadar menyampaikan cerita, tetapi juga menyediakan ruang aman bagi pembaca untuk bercermin, memahami diri, dan berdamai dengan pengalaman hidupnya sendiri.
Buku ini merupakan bentuk eksplorasi Bea Hana Siswati dalam memadukan kepekaan bahasa dengan kejujuran emosional—menghadirkan kisah yang sederhana namun dekat, sunyi namun bermakna.
beahana90@gmail.com