berdarah-darah untuk menghadirkan sebuah karya kepada pembaca. Proses kreatif dalam melahirkan karya menjadi penentu sebuah karya itu bernilai tinggi dan diminati banyak
orang.
Industri buku di tanah air mengalami perkembangan yang sangat pesat akhir-akhir ini. Hampir setiap bulan ratusan buku dengan tema beragam hadir di tangan pembaca. Melihat perkembangan buku yang sedemikian pesatnya menjadi tantangan tersendiri bagi para penulis. Setiap penulis ditantang untuk memberikan karya terbaiknya untuk merebut hati para
pembaca. Penulis harus memilih tema yang bagus dan juga cara penyajian tulisan yang memikat. Antara tema yang bagus dan cara menyajikan tulisan yang memikat harus bersinergi.
Keduanya harus beriringan dan harus dimiliki oleh setiap penulis jika ingin karyanya mendapat tempat di hati pembaca. Tema yang bagus dan cara penyajian tulisan yang memikat
akan membuat pembaca menemukan pegetahuan baru dan juga tidak bosan untuk membacanya bahkan mengulangnya berkali-kali.
Buku yang berjudul “Cahaya Kedihupan: Jurus Pemungkas, Menggali Makna Kehidupan” ini merupakan salah satu karya yang sangat bagus. Penulis buku ini mengungkap realitas sehari-hari, yang seringkali kita jumpai tetapi dengan bahasa yang menawan dan sangat mendalam ketika direnungkan. Penulis buku ini berhasil meramu sebuah tulisan dengan tema yang ringan tetapi sangat mendalam akan makna. Pembaca seperti diajak berenang di air yang tenang, namun penuh dengan nilai-nilai kebijaksanaan dan semangat hidup. Tidak mudah mengungkap realitas sehari-hari dalam bentuk tulisan yang memikat namun kaya akan filosofi.
Penulis buku ini berhasil menyajikan karya yang bermutu tinggi dengan pemilihan tema yang menarik dan diksi yang tepat. Pembaca tidak akan bosan membaca halaman demi halaman buku ini, karena buku ini menyajikan kisah-kisah yang penuh inspiratif dari orang-orang yang mampu bangkit dari kegagalan. Banyak cerita-cerita dalam buku ini yang sangat mengharukan dari orang-orang yang mampu melewati CAHAYA KEHIDUPAN; Jurus Pamungkas Menggali Makna Kehidupan badai kehidupan yang dialami. Buku ini akan menjadi api penyemangat dan menjadi motivasi bagi siapa saja yang mengalami peristiwa pahit dalam hidup.
Segera dapatkan buku ini!!
Penulis bernama asli Endah Suprapti. Lahir 2 Februari 1965 di Banjarnegara.
“Penutur Kehidupan”, itulah citacita yang sedang terus dipelajarinya. Ia kuliah di Universitas Kehidupan (“Live University”), mengambil Fakultas “Keikhlasan”, Jurusan “Pikiran dan
Tindakan Positif”. Pekerjaan seharihari adalah wiraswasta, khususnya pengadaan seragam di kantor BUMN, Bank dan Rumah Sakit.
Penulis memanfaatkan waktu luangnya dengan menulis kisahkisah sejat yang menyentuh, menyemangati dan menginspirasi.
Cita-cita tertingginya ialah Husnul Khatimah (Akhir yang baik).