Benarlah bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak pasti, kecuali kematian. Yang pasti adalah kematian. Ketika saya menjalani hidup secara rutin, apalagi ketika sedang mengalami sesuatu yang menyenangkan semisal pernikahan, lulus ujian, maka tak terbersit sedetik pun bahwa saya ini akan mati. Tetapi ketika saya melayat dan duduk di samping jenazah, barulah sadar bahwa saya pun akan seperti yang sedang saya lihat saat itu, jenazah terbujur kaku. Orang seganteng artis terkenal pun pada akhirnya akan menjadi tengkorak. Biar orang punya mobil semewah apa pun, pada akhirnya mobil terakhirnya adalah ambulans. Biarpun orang memiliki tanah berhektar-hektar, pada akhirnya yang dibutuhkan hanyalah petak seluas dua meter saja untuk mengubur jasadnya.Kumpulan artikel ini berisikan kumpulan tulisan Romo Markus Marlon, MSC, tentang kematian. Melalui permenungan tentang kematian, kita diajak untuk bercermin diri. Semoga dengan lebih memahami makna kematian, kita menjadi pribadi yang senantiasa sadar bahwa “Hidup itu hanya untuk singgah untuk minum”. Hidup itu sangat singkat dan kita diharapkan untuk memberinya makna.
Benarlah bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak pasti, kecuali kematian. Yang pasti adalah kematian. Ketika saya menjalani hidup secara rutin, apalagi ketika sedang mengalami sesuatu yang menyenangkan semisal pernikahan, lulus ujian, maka tak terbersit sedetik pun bahwa saya ini akan mati. Tetap...