Buku ini mengajak pembaca menyelami ruang-ruang hangat yang sering dianggap biasa—meja makan sederhana, percakapan singkat, pelukan yang tak selalu diucapkan, serta diam yang penuh pengertian. Di dalamnya, tersimpan kisah tentang cinta yang tidak selalu sempurna, hubungan yang pernah retak, dan keberanian untuk tetap memilih saling terhubung.
Melalui bahasa yang puitis dan kontemplatif, Kisah Temu berbicara tentang:
arti pulang ketika dunia terasa terlalu bising,
luka yang justru mengajarkan penerimaan,
perubahan waktu yang menguji kedekatan,
dan pertemuan yang tetap bertahan meski jarak pernah memisahkan.
Buku ini bukan sekadar cerita tentang keluarga yang harmonis, melainkan tentang manusia-manusia yang belajar mencintai dengan segala keterbatasannya. Tentang bagaimana pertemuan sederhana bisa menjadi tempat kembali, dan bagaimana kehadiran yang tulus sering kali lebih bermakna daripada kata-kata besar.
Kisah Temu adalah pengingat lembut bahwa di tengah dunia yang cepat dan keras, selalu ada satu ruang yang menyebut kita “bagian dari dirinya.”
Mhd Arjunanta adalah penulis reflektif Indonesia yang menulis tentang emosi manusia, keluarga, kesendirian, dan makna hubungan dalam kehidupan modern.
Gaya penulisannya puitis, hangat, dan kontemplatif, menyoroti pengalaman batin yang sering tidak terlihat namun dirasakan banyak orang.
Melalui karya-karyanya, ia mengeksplorasi tema rumah, pertemuan, kedekatan emosional, kerentanan, serta kebutuhan manusia akan penerimaan.
Tulisannya menegaskan bahwa di tengah dunia yang cepat dan keras, hubungan manusia—terutama keluarga—tetap menjadi ruang kenyamanan terdalam bagi jiwa.