Tumbal Kesetiaan: Fiksi Erotis & Thriller Psikologis: Skandal Korporat, Pemerasan Kelam, dan Pembalasan Sang Istri

· Love Story Publisher
2 reviews
Ebook
172
Pages
Eligible

About this ebook

Terjebak dalam skandal korporat dan pemerasan kelam, pengorbanan seorang istri yang setia justru menyeretnya ke dalam fiksi erotis yang menghancurkan jiwanya. Yunita rela menelan harga dirinya dan menyerahkan tubuhnya kepada musuh terbesar sang suami demi menyelamatkan perusahaan keluarga dari kebangkrutan. Namun, apa yang awalnya merupakan tumbal kesetiaan dengan cepat berubah menjadi neraka siksaan psikologis yang menguji kewarasan dan batas moralitasnya.

Di bawah dominasi sang predator bisnis yang kejam, Yunita dipaksa mengeksplorasi hasrat-hasrat tergelap di luar batas kemanusiaan. Tubuhnya mungkin dikuasai, namun dari puing-puing rasa malu dan penderitaannya, lahirlah sebuah kekuatan yang mematikan. Yunita yang hancur bermetamorfosis menjadi sosok ratu yang dingin, tak tersentuh, dan sangat manipulatif. Ia mulai mengumpulkan setiap keping rasa sakitnya untuk dirakit menjadi senjata pembalasan yang sempurna.

Daya pikat utama novel dark romance ini:

• Pemerasan & Skandal Korporat: Intrik bisnis berisiko tinggi yang berujung pada eksploitasi dan penyalahgunaan kekuasaan di balik pintu tertutup.

• Transformasi Karakter yang Kelam: Saksikan perjalanan emosional seorang korban yang tak berdaya berevolusi menjadi wanita alpha yang memegang kendali atas para penyiksanya.

• Romansa Gelap & Sensualitas Ekstrem: Memuat adegan eksplisit (18+) yang brutal dan mendobrak tabu, dipenuhi dinamika kekuasaan yang mencekam.

• Thriller Psikologis Penuh Intrik: Mengupas sisi tergelap manusia, dari obsesi, pengkhianatan berdarah dingin, hingga balas dendam yang tak kasat mata.

Mampukah Yunita membalikkan keadaan dan meruntuhkan imperium para pria yang telah merenggut segalanya, atau ia akan selamanya menjadi tawanan di neraka yang ia ciptakan sendiri? Baca sampel gratisnya sekarang, dan saksikan sendiri kejatuhan para predator di tangan sang istri!

***

“Malam ini, aku bukan istri yang terabaikan. Aku adalah seorang dewi lapar yang akan melahap mangsanya.” (Bab 1, Pesta Liar Sang Bidadari)

“Dinding tipis ini adalah kutukan sekaligus berkah. Ia memenjarakanku dalam kesepian, namun juga memberiku secuil fantasi liar untuk dipegang erat-erat di tengah malam yang dingin.” (Bab 2, Suara Desahan di Dinding Tipis)

“Wanita di hadapanku ini adalah antitesis dari fantasi liarku. Ia adalah kelembutan, kehangatan, dan senyum manis yang bisa menenangkan badai. Namun aku tahu, di balik senyum itu, ada desahan yang sanggup meruntuhkan duniaku.” (Bab 3, Senyum Manis di Pintu Sebelah)

“Ini bukan sekadar seks. Ini adalah sebuah inisiasi. Sebuah pembaptisan ke dalam dunia kenikmatan yang selama ini hanya ada dalam mimpiku yang paling liar.” (Bab 4, Nasi Goreng Pembuka Gairah)

“Setiap sentuhannya adalah dosis, setiap ciumannya adalah candu. Aku tahu racun ini perlahan membunuhku, menggerogoti mimpiku, masa depanku. Tapi demi surga sesaat yang ia tawarkan, aku rela menenggaknya hingga tetes terakhir.” (Bab 5, Racun yang Terus Kusesap)

“Iwan adalah cerminku. Di matanya yang memuja, aku melihat versi diriku yang kuinginkan: seorang dewi gairah, bukan istri yang kesepian. Aku tahu aku egois. Tapi di neraka pernikahanku, keegoisan adalah satu-satunya pelampung yang kumiliki.” (Bab 6, Topeng di Balik Pernikahan)

“Dunia di luar kamarku terus berputar dengan aturan-aturannya yang membosankan: tanggung jawab, tenggat waktu, masa depan. Tapi duniaku telah menyusut menjadi seukuran kasur, dengan Airin sebagai satu-satunya matahari yang mengorbit di dalamnya.” (Bab 7, Dunia yang Kutinggalkan)

“Suara di seberang telepon itu adalah suara realita. Dingin, tanpa ampun, dan datang untuk menagih semua waktu yang telah kugadaikan demi kenikmatan sesaat.” (Bab 8, Panggilan yang Menghancurkan)

“Aku akan membuatnya ingat. Aku akan mengukir namaku di setiap inci tubuhnya, di setiap desahannya, hingga ia lupa bagaimana cara bernapas tanpa menyebut namaku.” (Bab 9, Jerat Terakhir Sang Dewi)

“Di tengah keheningan pasca-klimaks, kami akhirnya melihat satu sama lain untuk pertama kalinya: bukan sebagai dewi dan pemuja, melainkan sebagai dua orang egois yang sama-sama tersesat, mencari pelarian di tubuh yang salah.” (Bab 10, Dua Jalan yang Terpisah)

“Surat itu bukan untuknya saja, tapi juga untukku. Sebuah penutup, sebuah janji pada diriku sendiri.” (Bab 11, Langkah Pertama Menuju Pagi)

“Gerbang itu tidak lagi tampak seperti monster yang akan menelanku, melainkan seperti sebuah pintu yang menantangku untuk masuk.” (Bab 12, Memungut Kepingan Mimpi)

“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya... Semuanya masih buram. Tapi satu hal yang jelas, pertemuanku dengan Bima di tepi kolam kemarin bukanlah sebuah akhir. Itu adalah sebuah awal.” (Epilog, Gema Masa Lalu di Tepi Kolam)

***

Terjebak dalam skandal korporat dan pemerasan kelam, pengorbanan seorang istri yang setia justru menyeretnya ke dalam fiksi erotis yang menghancurkan jiwanya. Yunita rela menelan harga dirinya dan menyerahkan tubuhnya kepada musuh terbesar sang suami demi menyelamatkan perusahaan keluarga dari ke...

Discover more

Ratings and reviews

2 reviews

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.