Judul: Sal: Sang Penjaga Mimpi Penulis: Miftach Eltahfa
Sal: Sang Penjaga Mimpi menceritakan perjalanan hidup Salimin, seorang bocah dari Kampung Cisukajadi yang tumbuh di tengah transisi zaman akhir 1990-an. Kehidupan Salimin yang awalnya tenang dan bahagia hancur setelah kematian ayahnya, Pak Jamhari. Ketiadaan sosok ayah memicu serangkaian tragedi: ibunya, Sumirah, terjerumus dalam skandal sosial yang memaksa sang ibu pergi merantau demi memperbaiki kehormatan keluarga.
Sepeninggal ibunya, Salimin harus menghadapi rezim ketakutan yang dibangun oleh Hardi, kakak tirinya yang merasa tersisih dan cemburu. Di tengah himpitan ekonomi, Salimin berjuang menjaga adik bungsunya, Diani, sambil menanggung beban perundungan dari warga desa. Konflik memuncak ketika Salimin menemukan fakta bahwa kiriman uang ibunya habis diperas oleh oknum desa dan bahwa Hardi, di balik sikap kasarnya, ternyata menanggung beban sejarah yang berat sebagai pekerja tambang kayu ilegal (ngadolken) demi kelangsungan hidup mereka.
Tragedi demi tragedi—termasuk kecelakaan kerja yang menimpa Hardi dan penyakit kronis yang merenggut nyawa Sumirah saat ia akhirnya pulang—justru menjadi titik balik pendewasaan tiga bersaudara tersebut. Mereka bertransformasi dari bocah yang dipaksa dewasa oleh keadaan, menjadi pejuang yang saling menguatkan. Hardi menemukan jalan hidup melalui keahlian teknisnya, sementara Salimin berhasil meraih pendidikan.
Cerita ini diakhiri dengan pesan kuat bahwa duka adalah bagian dari pendewasaan. Berdiri di samping pusara kedua orang tuanya, Salimin, Hardi, dan Diani tidak lagi melihat diri mereka sebagai yatim piatu yang terbuang, melainkan sebagai keluarga yang telah menempa diri melalui api penderitaan. Mereka kini menjadi penjaga mimpi bagi satu sama lain, membuktikan bahwa kasih sayang orang tua yang tertanam di hati adalah kekuatan terbesar untuk menaklukkan nasib.