Peer Holm Jørgensen, lahir pada 3 Maret 1946 di Aars, Denmark. Dia meninggalkan rumah pada usia 16 untuk berkelana melintas samudra. Pertemuannya dengan berbagai budaya, agama, dan adat asing di seluruh dunia amat berkesan dalam dirinya. Terutama pengalamannya di Indonesia pada 1963-1966, yang membuatnya merasa semakin terikat dengan nusantara dan masyarakatnya.Peer merupakan penulis dan pencetus Isotia, Konsep Menulis Isotia dan Wikisotia. Beberapa karyanya di antaranya “The Missing History” (2015) diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris, “Den Glemte Massakre” (2007) yang diterbitkan dalam bahasa Inggris pada 2012 (dalam bentuk e-book) dan bahasa Indonesia pada 2009 dengan judul “The Forgotten Massacre; “Må Gud Bevare Amerika” (2006) dan “Backlog” (2000) hanya diterbitkan dalam bahasa Denmark.
Dewa Soeradjana lahir 12 Februari 1938 di Bali. Tahun 1961 dia berangkat ke Ljubljana, Slovenia untuk melanjutkan setudinya dan lulus pada Oktober 1965. Karena kondisi Indonesia pada saat itu, Dewa memutuskan untuk melanjutkan studinya dan menerima beasiswa baru dari Universitas Ljubljana. Meski telah melanjutkan hidupnya di Slovenia, Dewa merupakan salah satu potret sejarah Indonesia. Dia merupakan saksi dan orang yang terkait langsung dalam banyak peristiwa penting dalam sejarah Indonesia terutama pada 1970-an.Dewa berhasil mendapatkan gelar PhD-nya dalam bidang kimia pada 1981. Kini, Dewa memainkan peran penting dalam hubungan Slovenia-Indonesia di bidang bisnis dan kebudayaan.[]
Peer Holm Jørgensen, lahir pada 3 Maret 1946 di Aars, Denmark. Dia meninggalkan rumah pada usia 16 untuk berkelana melintas samudra. Pertemuannya dengan berbagai budaya, agama, dan adat asing di seluruh dunia amat berkesan dalam dirinya. Terutama pengalamannya di Indonesia pada 1963-1966, yang me...