PANDANGAN HIDUP: Kebaikan Buat Masyarakat itu Bergantung Pada Watak Masyarakat, dan Didikan Masing-masing Orang.

· Anak Hebat Indonesia
Ebook
128
Pages

About this ebook

Entah di abad ke berapa dan di tahun berapa pula, manusia pada tingkat masyarakatnya pertama hanya mengenal batu sebagai alat. Kemudian, mereka mendapatkan panah. Dengan tenaga (manusia), batu, dan panah, mereka mencari hasil untuk hidup serta membela diri terhadap musuh yang berupa manusia biadab dan binatang buas. Makanan utama mereka adalah buah-buahan dan binatang liar. Pekerjaan seperti itu hanya dapat dijalankan secara bersama atas dasar tolong-menolong dan gotong royong. Orang tak bisa hidup dan bertindak sendiri-sendiri di zaman manusia dan hewan serba liar serta ganas itu.

Kalau sekarang kita memusatkan perhatian kepada dunia Barat, yakni Eropa dan Amerika, tampaklah di mata kita tiga garis pokok kebudayaan. Semenjak 2500 tahun sejarah dunia Barat, yakni dari kurang lebih tahun 500 SM sampai sekarang tiga garis pokok itu adalah garis agama, garis filsafat, dan garis ilmu pengetahuan empiris. Semua cabang kebudayaan yang lain termasuk ke dalam atau bersandar pada tiga garis pokok itu.

Simaklah secara lengkap bagaimana seorang Tan Malaka menuangkan pemikirannya tentang berbagai macam pandangan hidup manusia. Karyanya ini tidak hanya berisi nilai-nilai politik dan ekonomi; tetapi ajaran filsafat dan sains juga secara ringkas dijabarkan sehingga kita bisa memahami pola pikir seorang revolusioner, Tan Malaka.


Entah di abad ke berapa dan di tahun berapa pula, manusia pada tingkat masyarakatnya pertama hanya mengenal batu sebagai alat. Kemudian, mereka mendapatkan panah. Dengan tenaga (manusia), batu, dan panah, mereka mencari hasil untuk hidup serta membela diri terhadap musuh yang berupa manusia biada...

Discover more

About the author

Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka atau yang dikenal sebagai Tan Malaka (1897-1949) lahir di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, Tan Malaka lahir pada saat tanah kelahirannya di bawah kekuasaan HindiaBelanda. Sebagai seorang pejuang kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang terlahir dari pasangan HM. Rasad Caniago, seorang buruh tani, dan Rangkayo Sinah Simabur, putri seorang tokoh terpandang.

Masa-masa produktif belajar dari kecil hingga dewasa (1908-1919) Tan Malaka dibekali keterampilan dengan belajar bahasa Belanda, dan mendapatkan gelar Diploma hulpacte atas kelulusannya dari pendidikannya di Belanda. Membaca banyakbuku-buku tentang pandangan budaya dan politik para pemikir Jerman memantik Tan Malaka terkesan dengan pandangan politik dan kebudayaan Jerman dan pada akhirnya menjadi arah panutan politik yang mendorong dia mendaftar sebagai Angkatan Darat Jerman, tetapi ditolak, karena tentara tidak menerima orang asing pada saat itu.

Kecintaan Tan Malaka akan pandangan politik dan budaya asing membuatnya memiliki pandangan-pandangan yang berbeda yang dituangkan dalam buku-bukunya yang dia tulis. Beberapa judul buku karya Tan Malaka yang menjadi karya penting diantaranya Menuju Republik Indonesia (Naar de ‘Republiek Indonesia’) 1925, Aksi Massa 1926, dan Madilog1943. Dengan Membaca karya-karya Tan Malaka tersebut dan Gerpolek (GErilya-POlitik dan EKonomi, 1948) membahas semua pandangannya terhadap bidang kemasyarakatan, kenegaraan, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan sampai kemiliteran, maka akan ditemukan benang putih keilmiahan dan ke-Indonesia-an serta benang merah kemandirian yang merupakan sikap konsisten yang jelas pada gagasan-gagasan dalam perjuangannya.

Atas segala perjuangannya untuk bangsa, Tan Malaka gugur pada 21 Februari 1949 dan mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional setelah dikeluarkannya Keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani Presiden Soekarno 28 Maret 1963menetapkan Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional.

Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka atau yang dikenal sebagai Tan Malaka (1897-1949) lahir di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, Tan Malaka lahir pada saat tanah kelahirannya di bawah kekuasaan HindiaBelanda. Sebagai seorang pejuang kemerdekaan Indonesia merupakan salah ...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.