Restu dalam Dosa: Drama Psikologis Erotis tentang Dinamika Pernikahan Terbuka, Cinta Segitiga, dan Fantasi Liar Suami Istri.

· Love Story Publisher
2 reviews
Ebook
357
Pages
Eligible

About this ebook

Terjebak dalam pernikahan yang hambar, seorang istri menemukan gairah baru dalam sebuah drama psikologis erotis yang justru mendapat restu tak terduga dari sang suami.

Lilis, sang kembang desa di kaki Bukit Subang, merasa layu dalam rutinitas rumah tangga bersama suaminya, Jajang. Kemarau panjang di atas ranjang mereka tiba-tiba diguyur hujan lebat ketika Adit, cinta masa lalunya, datang berkunjung. Percikan api asmara yang dulu sempat padam kini berkobar liar, menghidupkan kembali sisi kewanitaannya yang meronta haus akan sentuhan. Namun, alih-alih menjadi rahasia kelam yang menghancurkan segalanya, perselingkuhan panas ini justru membuka pintu menuju dinamika pernikahan terbuka yang mengubah total kehidupan mereka berdua.

Bukannya meledak dalam amarah, Jajang justru menikmati setiap detail kepingan cerita dari petualangan liar istrinya. Batas antara pengkhianatan dan kepatuhan melebur saat mereka terseret dalam cinta segitiga yang mendebarkan. Di tengah sunyinya desa, sebuah fantasi liar suami istri diwujudkan secara nyata, memaksa Lilis mempertanyakan kembali batas moral, kesetiaan, dan kebebasannya sebagai seorang wanita. Mampukah ia mengendalikan api hasrat yang kini membakar tanpa batas, atau justru hangus di dalamnya?

Daya Tarik Utama Buku Ini:

• Kembalinya Cinta Masa Lalu: Reuni mendebarkan yang memicu kembali gairah terpendam dan skandal tak terelakkan di balik kesunyian desa.

• Eksplorasi Tabu & Sensual: Menyelami fantasi cuckold dan kedewasaan hubungan secara intim, panas, dan berani.

• Konflik Batin yang Intens: Tarik-ulur emosional yang kuat antara rasa bersalah seorang istri dan persetujuan mengejutkan dari sang suami.

• Latar Pedesaan yang Menggoda: Kontrasnya ketenangan alam pegunungan Subang dengan liar dan panasnya hasrat di balik pintu tertutup.

Jangan biarkan rasa penasaran Anda berhenti di sini. Baca sampel gratisnya sekarang, dan saksikan sendiri bagaimana batas antara dosa dan kenikmatan perlahan memudar!

***

“Udara pagi di kaki Gunung Ciremai memang selalu punya cara sendiri untuk menyapa kulit. Dingin, basah, dan membawa aroma tanah yang baru saja dicangkul.” (Bab 1, Tamu Istimewa dari Masa Lalu)

“Sensasi seks curi-curi di pagi hari, di ruang tengah rumah sendiri, sementara suami sah tidur hanya berjarak beberapa meter di balik dinding tipis, memberikan adrenalin yang memacu orgasme lebih cepat.” (Bab 2, Kejutan Keras di Pagi Buta)

“Vaginaku penuh dengan cairan suami sahku. Tapi hatiku... hatiku tertinggal di kamar sebelah, bersama tamu istimewa yang besok akan pergi meninggalkan kami.” (Bab 3, Dilema di Atas Ranjang Pengantin)

“Mas Adit telah membangunkan singa betina yang tertidur di dalam diriku, memberinya sedikit daging segar, lalu pergi begitu saja sebelum singa itu benar-benar kenyang.” (Bab 4, Musim Kemarau di Hati Istri)

“Di kaca spion, mobil Avanza silver itu mengekor setia seperti serigala yang mengintai domba gemuk.” (Bab 5, Janji Temu di Pematang Sawah)

“Di depan kamera ini, entah kenapa rasanya lebih mudah membuka aib sendiri daripada curhat ke tetangga.” (Bab 6, Wawancara Nakal di Halaman Rumah)

“Tubuhku kejang-kejang halus, menggantung di tebing kenikmatan tanpa bisa jatuh. Ini siksaan paling kejam.” (Bab 7, Bunga yang Mekar di Balik Semak)

“Di ruang tamu yang sederhana ini, sebuah pengkhianatan sedang terjadi. Tapi bagiku, ini bukan pengkhianatan. Ini adalah pembebasan. Aku merasa hidup kembali.” (Bab 8, Sentuhan Asing yang Dirindukan)

“Rasanya panas, perih sedikit, tapi nikmat luar biasa. Seperti tanah retak yang akhirnya diguyur hujan deras.” (Bab 9, Melanggar Batas di Ruang Tamu)

“Orang-orang bilang, wanita yang sering ‘disiram’ akan mekar lebih indah. Dan benar saja... tubuhku meresponsnya dengan kegembiraan. Aku merasa lebih hidup.” (Bab 10, Reuni yang Menuntut Lebih)

“Di kamar mandi yang sempit dan lembap ini, gairah kami meledak tanpa batas. Suara cepak-cepak pertemuan kulit kami terdengar lebih nyaring karena pantulan dinding keramik.” (Bab 11, Dahaga yang Tak Terbendung)

“Rasa bersalah itu menjadi bahan bakar roket yang meluncurkanku ke puncak.” (Bab 12, Permainan Layar Kaca Berlanjut)

“Siang bolong di Subang ini menjadi saksi bisu puncak kenikmatan seorang istri yang akhirnya menemukan kembali kewanitaannya, meski harus dengan cara yang paling terlarang.” (Bab 13, Puncak Kenikmatan di Siang Bolong)

“Hidangan penutup hari ini terasa sangat janggal di lidahku: rasa manis kemenangan bercampur rasa pahit pengkhianatan.” (Bab 14, Hidangan Penutup yang Janggal)

“Dan aroma asing di tubuhku malam ini, tidak lagi menjadi aroma pengkhianatan, melainkan aroma kebebasan yang direstui.” (Bab 15, Aroma Asing di Tubuh Istri)

“Aku adalah bunga liar yang bebas mekar, yang boleh menghisap sari pati dari kumbang mana pun yang datang, selama akarku tetap tertanam kuat di tanah milik suamiku.” (Bab 16, Ikatan Baru yang Lebih Longgar)

***

Terjebak dalam pernikahan yang hambar, seorang istri menemukan gairah baru dalam sebuah drama psikologis erotis yang justru mendapat restu tak terduga dari sang suami. Lilis, sang kembang desa di kaki Bukit Subang, merasa layu dalam rutinitas rumah tangga bersama suaminya, Jajang. Kemarau panjan...

Discover more

Ratings and reviews

2 reviews

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.