Berangkat dari pandangan dunia Islam, buku ini berupaya mendamaikan ketegangan antara tradisi dan modernitas tanpa mengorbankan keduanya. Kurikulum dipahami bukan sekadar sebagai daftar mata pelajaran atau kumpulan informasi, melainkan sebagai proses pembentukan—pembentukan akal, hati, dan jiwa. Melalui telaah fondasi filosofis pengetahuan dalam Islam, dialog dengan warisan intelektual para pendidik Muslim, serta kritik atas sekularisme dan fragmentasi pendidikan, buku ini menawarkan kerangka konseptual yang berprinsip dan utuh.
Alih-alih menyajikan resep tunggal yang seragam, buku ini memberikan kerangka kerja untuk refleksi, desain, dan pembaruan kurikulum pendidikan Islam. Ditujukan bagi akademisi, pendidik, mahasiswa, orang tua, dan siapa pun yang peduli pada masa depan generasi Muslim, buku ini mengajak pembaca merancang pendidikan yang bermakna—pendidikan yang menyentuh jiwa, mengasah kecerdasan, dan menuntun peserta didik menuju keseimbangan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab sebagai hamba dan khalifah di muka bumi.
Prof. Dr. Ibnu Hadjar, M.Ed., adalah guru besar dalam bidang Ilmu Evaluasi Pendidikan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang. Menekuni karirnya sebagai dosen sejak lulus dari IKIP Malang (1982). Sejak lulus Magister di Department of Curriculum and Instruction, Queen’s Uiveristy, Kingston, Canada (1991), ia mengajar Pengembangan Kurikulum pada mahasiswa program sarjana. Selanjutnya ia mendalami salah satu aspek dari kurikulum di Program doktor Penelitian dan Evaluasi pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (2002). Sejak itu, ia juga mengajarkan mata kuliah lain yang terkait, yakni Evaluasi dan penelitian. Di samping itu, ia juga banyak memberikan pelatihan pada para dosen dalam bidang tersebut.Di samping mengajar, ia banyak melakukan penelitian, yang juga terkait dengan kurikulum dan evaluasi pendidikan dalam kaitan dengan berbagai variabel sosial keagamaan. Karya ilmiahnya banyak ia sebarkan melalui buku, jurnal, dan forum ilmiah, baik di dalam maupun luar negeri.Selama meniti karirnya, ia juga mendapatkan tugas tambahan menjabat sebagai Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (1996-1999), Pembantu Rektor I Bidang Akademik (2003-2007), Dekan Fakultas Tarbiyah (2006-2010), Direktur Program Pascasarjana (2011-2015). Ia juga dipercaya menjadi anggota Majelis Badan Akreditasi Nasioanl Perguruan Tinggi/BAN-PT (2006-2012) serta anggota Dewan Guru Besar Kementerian Agama. Ia juga terlibat secara aktifdalam tim penyusun standar kurikulum di perguruan tingga di lingkungan Kementerian Agama (2004).