Kemudian ketika kita berpikir, di dalam pandangan Islam telah disebutkan dalam al-Qur’an yaitu: 1) Berpikir dengan hati yang bersih, 2) Berpikir dengan logika atau akal yang benar disertai bimbingan wahyu, 3) Berpikir luas dengan cara yang sederhana agar mudah dipahami, 4) Terbuka dengan pemikiran orang lain, dan 5) Berpikir dari proses hingga dampak yang dihasilkan. Adapun konsep dasar filsafat pendidikan Islam adalah konsep berpikir tentang kependidikan yang berlandaskan ajaran-ajaran agama Islam tentang hakikat kemampuan manusia untuk dapat dibina dan dikembangkan serta dibimbing menjadi manusia muslim yang seluruh kepribadiannya dijiwai oleh ajaran Islam.
Buku ini hanya karya kecil yang mencoba untuk memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Untuk itu perlu kiranya berbagai usaha untuk mewujudkannya, salah satu bentuk usaha yang harus dilakukan adalah dengan mengkaji kembali kajian filsafat pendidikan Islam di dalamnya. Inilah yang mendorong penulis ketika menggagas tulisan ringan dan mudah dicerna bagi mahasiswa khususnya strata satu (S1) untuk mengenalkan pola berpikir yang dilandasi ajaran Islam.
Ahsanul Anam, S.Th.I., M.Fil.I. dilahirkan di Desa Bumi Aji,
Kec. Anak Tuha, Kab. Lampung Tengah, pada 08 Maret 1985.
Dalam pendidikan non formal, sejak kecil belajar agama di desa kelahirannya yaitu di Madrasah Diniyah Nurul Iman tahun 1993-1999, kemudian melanjutkan di PP. Salafiyah Syafi’iyah al-Falah Jayasakti Lampung Tengah tahun 1999-2002, setelah lulus melanjutkan studinya di pulau Jawa, tepatnya di PP. Darussalam Blokagung Banyuwangi. Pada tahun 2005 Penulis menginjakkan kakinya ke Surabaya dan mengabdikan ilmunya di Pesantren Luhur al-Husna Surabaya tahun 2005-2013 dan di Universitas Sunan Giri Surabaya pada tahun 2012-2019. Sekarang Penulis mengabdi di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto di bawah naungan Badan Pengembangan Perguuran TInggi Nahdlatul Ulama (BPPTNU) Kota Mojokerto