Perjanjian Tiga Hati: Terjebak Antara Kesetiaan Cinta, Obsesi, dan Gairah Terlarang di Balik Pintu

· Love Story Publisher
5 reviews
Ebook
380
Pages
Eligible

About this ebook

Apa yang terjadi ketika kesetiaan cinta diuji oleh godaan kelam? Sebuah novel romansa dewasa tentang gairah terlarang yang menghancurkan logika.

Nadia memiliki segalanya untuk merajut masa depan yang sempurna: Ruli, calon suami yang mencintainya tanpa syarat, dan rencana pernikahan impian di depan mata. Namun, di balik senyum manisnya, Nadia menyimpan sebuah rahasia gelap—hasrat tak terpuaskan yang perlahan menggerogoti kewarasannya. Ketika jarak memisahkan dan rasa sepi mencekik, pelarian itu hadir dalam wujud Raka, tetangga sebelah pintu yang tahu persis bagaimana cara memuaskan sisi terliar yang selama ini mati-matian ia sembunyikan.

Terjebak dalam pusaran cinta segitiga yang rumit, Nadia harus memilih antara rumah yang memberinya kehangatan atau sangkar kenikmatan yang membuatnya merasa hidup. Saat rahasia terlarang ini berada di ambang kehancuran, sebuah kesepakatan tak masuk akal justru lahir di antara ketiga hati tersebut. Membawa mereka ke dalam permainan psikologis yang penuh obsesi, manipulasi, dan batas moral yang kian memudar. Sampai sejauh mana seseorang rela berbagi demi mempertahankan cinta sejati yang ia miliki?

Mengapa Anda akan terpikat dengan kisah ini:

• Godaan Tetangga Sebelah: Ketegangan romantis intens dan chemistry yang membakar sejak halaman pertama.

• Konflik Batin yang Mendalam: Eksplorasi psikologis karakter utama yang terjebak antara kesetiaan konvensional dan kebutuhan yang tak bisa ditawar.

• Dinamika Hubungan Ekstrem: Plot yang mendobrak norma dengan rahasia tak tertebak di antara tiga karakter utamanya.

• Romansa Penuh Emosi: Membawa Anda menyelami dilema moral yang gelap, tanpa memberikan ruang untuk menghakimi.

Beranikah Anda mengintip rahasia gelap di balik pintu kamar nomor empat? Baca sekarang dan temukan akhir dari kesepakatan yang mengoyak batas kesetiaan ini!

***

“Mas bilang aku nggak menjijikkan, kan? Buktiin, Mas. Kalau aku nggak menjijikkan... sentuh aku. Puasin aku. Boim nggak bisa, tapi Mas Ruli bisa, kan?” (Bab 1, Pelarian Tengah Malam)

“Hasratku, kutukan yang membuat Boim lari ketakutan, kini kembali menyala dengan liar. Bagaimana bisa aku menolak ‘sarapan’ semewah ini?” (Bab 2, Kejutan Pagi Hari)

“Momen ini... keintiman pasca-seks ini justru lebih berbahaya daripada seks itu sendiri. Mana ada adik-kakak yang saling membasuh kemaluan dengan tatapan pemujaan seperti ini?” (Bab 3, Batas yang Kabur)

“Nadia bukan sekadar tetangga seksi. Dia adalah undangan. Undangan berjalan yang ditulis dengan tinta feromon dan nafsu. Dan pagi ini, undangannya sudah resmi disebar.” (Bab 4, Jemuran di Seberang Pintu)

“Kamu sering ngintip aku pas lagi jemur... pas lagi mandi... iya kan? Kamu mau ini... masuk ke aku?” (Bab 5, Sinyal dari Seberang Pintu)

“Lembut. Kenyal. Berat. Aku meremas kedua payudara itu sekaligus, merasakan bobotnya di tanganku. Nadia mendongak, matanya terpejam nikmat, mulutnya terbuka mengeluarkan desahan halus.” (Bab 6, Kran Air dan Pancingan Nakal)

“Sore ini, di kamar kosan nomor 4 yang wangi vanilla, aku sadar satu hal: Aku sudah masuk ke dalam perangkapnya, dan aku sama sekali tidak ingin keluar.” (Bab 7, Servis Pembuka)

“Biarin aja... Biar mereka tahu... tetangga baru mereka lagi dikewe sama tetangga sebelah.” (Bab 8, Desah di Dinding Tipis)

“Mas Raka... Mulai sekarang... kalau aku butuh, kamu harus siap ya? Siap 24 jam.” (Bab 9, Ritual Mandi Bersama)

“Tanda jadi. Sekarang kamu resmi jadi partner ranjang aku, Mas Tetangga.” (Bab 10, Klimaks Tak Terbendung)

“Saat Mas Ruli menatap mataku sambil menggenjotku, aku melihat cinta. Cinta yang posesif, cinta yang marah, cinta yang menuntut.” (Bab 11, Pertemuan yang Lapar)

“Tapi jauh di lubuk hatiku yang paling gelap, aku tahu... ini belum selesai. Ceritaku dengan Mas Raka belum punya titik akhir. Dan Temanggung mungkin hanya akan menjadi jeda, sebelum badai yang sesungguhnya datang menerjang.” (Bab 12, Lamaran Menuju Temanggung)

“Aku bukan lagi sekadar tetangga yang jatuh cinta. Aku adalah predator yang kehilangan mangsanya, dan aku sedang kelaparan setengah mati.” (Bab 13, Hilangnya Sang Primadona)

“Jadi kamu butuh aku, kan? Walaupun udah ada Ruli, memek kamu tetep butuh kontol aku, kan?” (Bab 14, Interogasi Kekasih Gelap)

“Mas Ruli emang sempurna buat aku. Tapi Mas... tubuh aku... memek aku... dia nggak punya moral, Mas. Dia nggak peduli sama cincin, dia nggak peduli sama janji. Dia cuma peduli rasa penuh, rasa sakit, rasa enak.” (Bab 15, Pengakuan di Ujung Telepon)

“Lo, Raka... lo cuma dapet badannya. Lo cuma dapet dagingnya. Jangan pernah lo coba-coba bikin dia jatuh cinta sama lo. Lo cuma alat bantu. Lo cuma dildo hidup buat dia. Paham?” (Bab 16, Kesepakatan Tiga Hati)

“Hati kamu milik Ruli. Cincin di jari kamu itu buktinya. Tapi memek basah ini punya siapa?” (Bab 17, Epilog: Rahasia Kita)

***

Apa yang terjadi ketika kesetiaan cinta diuji oleh godaan kelam? Sebuah novel romansa dewasa tentang gairah terlarang yang menghancurkan logika. Nadia memiliki segalanya untuk merajut masa depan yang sempurna: Ruli, calon suami yang mencintainya tanpa syarat, dan rencana pernikahan impian di dep...

Discover more

Ratings and reviews

5 reviews

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.