Fany, seorang murid cantik yang terlihat polos, menemukan gairah liar yang tak terduga saat belajar bersama Hendra, guru les privatnya yang sudah beristri. Apa yang berawal dari ketidaksengajaan di ruang belajar, dengan cepat bermutasi menjadi hubungan tabu yang membakar akal sehat. Setiap angka yang diajarkan seolah menjadi kode rahasia bagi sentuhan-sentuhan nakal yang meruntuhkan batasan antara pendidik dan murid. Di bawah bimbingan sang guru, kepolosan Fany perlahan pecah, digantikan oleh kepasrahan dan hasrat yang menuntut lebih dari sekadar nilai sempurna.
Namun, bermain api di belakang seorang istri selalu membawa risiko yang fatal. Ketika Melisaāistri sah Hendraāmencium jejak pengkhianatan basah di apartemen mereka, skandal ini terancam meledak. Tapi, alih-alih hancur dalam tangis dan amarah perpisahan, sebuah rahasia gelap justru terkuak. Melisa mengambil alih kendali permainan, mengubah perselingkuhan diam-diam itu menjadi sebuah kesepakatan poliamori yang menguji batas moral dan kewarasan mereka bertiga. Di atas ranjang pernikahan yang telah ternoda, siapa yang sebenarnya menjadi murid, dan siapa yang memegang kendali penuh?
Daya Tarik Utama Kisah Ini:
⢠Skandal Tabu Guru dan Murid: Nikmati sensasi guilty pleasure dari hubungan terlarang yang memacu adrenalin di setiap sesi belajar.
⢠Plot Twist Dinamika Poliamori: Bersiaplah untuk cinta segitiga ekstrem di mana sang istri sah justru mendominasi dan mengendalikan permainan.
⢠Evolusi Karakter yang Liar: Ikuti perjalanan psikologis Fany dari seorang gadis lugu menjadi wanita yang pasrah menantang batasan moralnya.
⢠Pertukaran Kuasa (Power Play): Perpaduan sempurna antara rasa bersalah, manipulasi emosional, dan gairah yang tak terbendung.
Beranikah Anda mengintip rahasia paling kotor di balik pintu ruang belajar mereka? Baca sampel gratisnya sekarang dan siapkan diri Anda untuk akhir cerita yang akan membuat Anda menahan napas. Miliki e-book ini sekarang sebelum pelajaran sesungguhnya dimulai!
***
āPredikat ātak terpuaskanā terdengar seperti hinaan di mulutnya, tapi bagiku, itu terdengar seperti tantangan. Aku tidak pernah suka ditolak. Dan aku benci jika ada orang yang pergi dari hidupku tanpa meninggalkan kesan mendalam tentang siapa yang berkuasa di atas ranjang.ā (Bab 1, Koper Terakhir di Apartemen PIK)
āJanji adalah hal yang paling mudah dilanggar saat selangkangan sudah mengambil alih kendali otak. Mulutnya bilang jangan, tapi tubuhnya berteriak minta dikubur.ā (Bab 2, Jebakan Kenangan yang Basah)
āPria di bawahku ini, yang katanya sudah lelah dan ingin putus, sekarang sedang menghujaniku dengan nafsu binatangnya. Aku ingin pemandangan terakhir yang dia lihat sebelum pergi dari hidupku adalah pantatku yang bergoyang di atas perutnya.ā (Bab 3, Kejutan Pagi Sebelum Pergi)
āDan di dalam keheningan ruang belajar yang dingin itu, aku bisa mendengar suara hati nuraniku perlahan-lahan mati, tercekik oleh desakan nafsu yang sudah terlalu lama kupendam.ā (Bab 4, Rumus Matematika dan Aroma Parfum)
āKalau prinsip dasar hubungan kita apa, Ko? Koko anggep aku apa? Cuma murid yang bayar SPP mahal? Atau... lebih? Kalau Koko bahagia sama Cici, kenapa Koko masih ngeliatin tetek aku kayak orang kelaperan?ā (Bab 5, Pengakuan di Sela Angka)
āMalam ini, Pak Guru akan belajar pelajaran biologi yang sesungguhnya. Pelajaran tentang bagaimana sentuhan seorang murid nakal bisa meruntuhkan tembok pertahanan moral seorang suami yang kesepian.ā (Bab 6, Sentuhan Terlarang di Ruang Belajar)
āKita baru aja nyelesein pelajaran paling penting, Ko. Pelajaran biologi terapan. Jangan pasang muka nyesel gitu dong. Koko menikmatinya kan? āAdikā Koko juga seneng banget tuh tadi muntah banyak di dalem.ā (Bab 7, Pelajaran Anatomi Eksplisit)
āDulu, aku selalu merasa bersalah kalau punya pikiran selingkuh. Tapi malam ini, rasa kasihan itu menguap. Digantikan oleh rasa pembenaran yang mengerikan. Aku laki-laki normal. Dan kalau istriku sendiri memperlakukanku seperti pengganggu di tempat tidur, apa salahnya aku mencari seseorang yang memperlakukanku seperti raja?ā (Bab 8, Makan Malam yang Hambar)
āOlahraga ranjang itu obat paling manjur buat masuk angin, Ko. Koko nggak usah ngapa-ngapain. Biar aku yang gerak. Koko tinggal tiduran, nikmatin, terus sembuh.ā (Bab 9, Kunjungan Saat Demam)
āEnakan mana? Enakan sama Cici di kamar gelap... atau sama aku di sini? Di sofa mahal kesayangan istri Koko, di bawah foto pernikahan kalian?ā (Bab 10, Tuan Rumah yang Tak Berdaya)
āBayangin, Ko. Besok kalau Cici duduk di sini lagi, dia nggak bakal tau kalau di bawah pantatnya, di pori-pori kulit sofa ini, ada bekas keringet kita. Ada bekas lendir aku. Ada bekas sperma Koko.ā (Bab 11, Menodai Sofa Istri)
āKami berdiri diam dalam posisi itu, napas tersengal-sengal, menyatukan kening kami di dinding. Hujan di luar masih menderu, menjadi saksi bisu penyatuan terlarang kami di lorong sekolah yang sepi.ā (Bab 12, Jejak yang Hampir Tercium)
āSekolah ini bukan lagi tempat belajar bagiku. Ini adalah tempat bermainku. Dan Ko Hendra adalah mainan favoritku yang paling berbahaya.ā (Bab 13, Kehujanan di Sekolah)
āRasa panas merambat di dadaku. Bukan cemburu karena cinta, tapi cemburu karena kepemilikan. Bayu itu punyaku. Mainan bekasku. Dan melihat dia tertawa bahagia dengan cewek āstandarā membuat egoku terusik.ā (Bab 14, Reuni Nafsu)
āAku tidak lagi memperlakukan Melisa seperti istri yang harus disayang. Aku memperlakukannya seperti objek pemuas nafsu. Karena di kepalaku, dia adalah Tiffany. Aku membayangkan wajah Tiffany yang berantakan, matanya terbalik ke atas karena nikmat, lidahnya menjulur keluar.ā (Bab 15, Fantasi di Atas Ranjang Pernikahan)
āAku liat videonya berulang-ulang, Ko. Aku liat badannya. Kulitnya yang putih. Putingnya yang merah muda. Dia ngebangkitin sesuatu yang udah lama mati di diri aku. Jadi, hukuman kamu bukan diceraiin. Itu terlalu gampang.ā (Bab 16, Interogasi Sang Nyonya)
āMalam ini, di rumah megah kawasan PIK ini, sebuah keluarga kecil yang aneh, menyimpang, tapi sangat bahagia, baru saja terbentuk. Dan aku, Tiffany Wijaya, akhirnya menemukan tempat di mana sisi liarku tidak hanya diterima, tapi dirayakan sebagai selir kesayangan.ā (Bab 17, Harmoni Tiga Arah)