Mentari tahu segera setelah dia mengatakan hal itu, orang-orang akan menganggapnya gila. Namun, siapa pun yang mengenal Mentari dengan baik, tentu akan tahu bahwa Editor in Chief di penerbit GetBooks itu bukan tipe orang yang peduli apa kata orang. Terlebih, dia punya alasan sendiri kenapa pernikahan menjadi sesuatu yang tak masuk akal baginya. Terserah saja orang menyebutnya jalang. Toh, menurut Mentari, orang-orang itu tak memberinya makan.
“Gue tinggal cari high quality man yang akan menyumbangkan sperma. Lalu gue akan membesarkan anak gue sendiri, dan kami akan hidup bahagia berdua selamanya.”
Sayangnya, Mentari salah perhitungan. Hamil ternyata tidak semudah yang dia pikirkan, dan menjadi Ibu tidak sesederhana melahirkan anak. Apalagi Mentari baru sadar bahwa dia minta bantuan kepada orang yang salah. Pria itu seharusnya cukup menjadi ayah biologis untuk anaknya. Namun, kini Mentari menyadari bahwa satu-satunya pria yang bisa membuatnya berubah pikiran tentang pernikahan, adalah satu-satunya pria yang tidak mungkin ia dapatkan.
Penulis fiksi yang sudah menerbitkan belasan karya baik secara cetak maupun di platform digital. Beberapa novelnya yang telah terbit cetak antara lain: Di Mimpi Tempat Kita Berjumpa (GetBooks Publishing House), Tentang Kita yang Tak Mengerti Makna Sia-sia (GetBooks Publishing House), After Wedding (2016), Better Than This (2018), Algoritme Rasa (2019), Two-Faced (2020), dan Kala Langit Abu-abu (2021). Akun IG: @katapradnya