Ketiga gadis itu kemudian melakukan ekspedisi pencarian ke sebuah pulau bernama Habubuhan bersama Boy, teman mereka yang bisa diandalkan. Begitu banyak hal ganjil yang mereka temui di pulau itu. Dimulai dari banyaknya perempuan gila berkeliaran, laki-laki yang menyantroni mereka, larangan keluar malam hari, hingga ritual sesat yang tak punya ujung pangkal.
Hingga mereka dihadapkan pada dua pilihan: mati, atau beranak-pinak di Habubuhan.
Innda Majid adalah nama pena yang digunakan sehari-hari oleh penulis. Ia berasal dari Medan, Sumatera Utara dan merupakan gen milenial yang selalu merasa muda. Selain menulis, ia bekerja sebagai seorang pengusaha retail. Ia juga merupakan salah satu founder sebuah komunitas kepenulisan bernama Writer’s Basecamp. Hingga sekarang, ia juga kerap menelurkan karya di platform Wattpad, Karyakarsa, dan novel fisik. Jika ingin lebih dekat, dia bisa ditemui di akun instagram @i.majid_