Jurnal ilmiah merupakan salah satu ruang utama bagi perguruan tinggi dan komunitas akademik untuk menyebarluaskan pengetahuan, hasil penelitian, dan gagasan ilmiah. Kualitas sebuah jurnal tidak hanya ditentukan oleh artikel yang diterbitkan, tetapi juga oleh bagaimana seluruh proses editorial dikelola. Penerimaan naskah, proses penelaahan, pengambilan keputusan, penyuntingan, penerbitan, pengarsipan, hingga hubungan dengan penulis dan reviewer membutuhkan tata kelola yang jelas, profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Perubahan dari pengelolaan jurnal berbasis cetak menuju sistem elektronik membawa perubahan pada cara jurnal menjalankan proses editorial. Open Journal System (OJS) hadir sebagai salah satu platform yang memungkinkan pengelolaan naskah dilakukan secara terstruktur melalui lingkungan digital. Submission, screening, peer review, editorial decision, revision, copyediting, layout, proofreading, hingga publication dapat ditempatkan dalam satu alur kerja yang terdokumentasi. Setiap aktivitas juga dapat meninggalkan rekam jejak digital yang berguna bagi pengelola dalam melakukan pengawasan dan pertanggungjawaban proses editorial. Namun, OJS bukan sekadar perangkat lunak untuk menerima dan menerbitkan artikel. Penggunaan OJS membutuhkan struktur organisasi, pembagian kewenangan, deskripsi kerja, SOP, kebijakan editorial, pengendalian proses, dokumentasi, dan budaya kerja yang mendukung integritas publikasi. OJS akan memberikan dukungan yang lebih berarti apabila sistem tersebut ditempatkan dalam tata kelola organisasi yang dirancang secara jelas. Buku ini berangkat dari pemikiran tersebut dan mengembangkan Model Tata Kelola dan Akuntabilitas Jurnal Ilmiah Berbasis Open Journal System (OJS).
Jurnal ilmiah merupakan salah satu ruang utama bagi perguruan tinggi dan komunitas akademik untuk menyebarluaskan pengetahuan, hasil penelitian, dan gagasan ilmiah. Kualitas sebuah jurnal tidak hanya ditentukan oleh artikel yang diterbitkan, tetapi juga oleh bagaimana seluruh proses editorial dik...