Fotografi Hasrat Terlarang: Erotic Romance Fiction: Manipulasi Cinta, Sesi Pemotretan Erotis, dan Dosa di Balik Pintu Tertutup

· Love Story Publisher
2 reviews
Ebook
336
Pages
Eligible

About this ebook

Di balik lensa kamera dan pesona mematikan seorang model panas, sebuah pengkhianatan manis dimulai, mengoyak batas kesetiaan dan akal sehat seorang pria.

Kamal mengira kehidupannya bersama sang kekasih, Nadia, sudah sempurna dan berada di jalur yang benar. Namun, segalanya berubah menjadi mimpi buruk yang memabukkan ketika ia terseret ke dalam pusaran dunia Mutia—kakak kandung Nadia yang berprofesi sebagai model papan atas. Mutia bukan sekadar wanita berselera tinggi dengan tubuh sempurna; ia adalah inkarnasi dari godaan fatal yang tahu persis bagaimana memanfaatkan celah hasrat seorang pria. Apa yang berawal dari ketidaksengajaan dan bantuan kecil di sesi pemotretan, dengan cepat bermutasi menjadi manipulasi cinta dan permainan tarik-ulur yang berbahaya.

Dari bawah kilat lampu studio hingga ke keheningan malam di kamar yang sama dengan sang kekasih yang terlelap, batas antara benar dan salah hancur tak bersisa. Dosa-dosa kelam tercipta di balik pintu tertutup, di mana setiap sentuhan rahasia, bisikan nakal, dan tatapan lapar Mutia mengikat Kamal dalam jerat hasrat terlarang yang tak bisa ia lepaskan. Ini bukan sekadar perselingkuhan biasa, melainkan uji nyali yang memacu adrenalin hingga ke batas maksimal.

Mengapa Anda akan menahan napas membaca buku ini:

• Taboo & Forbidden Romance (18+): Eksplorasi mendalam tentang dinamika cinta segitiga yang kelam, penuh rahasia, dan rasa bersalah yang justru membuat gairah semakin menyala.

• Sesi Pemotretan yang Membakar Hasrat: Adegan-adegan steamy dan erotis yang bermula dari tatapan tajam dari balik lensa hingga penyerahan diri di dunia nyata.

• Ketegangan Psikologis yang Mendebarkan: Rasakan adrenalin yang memuncak saat dosa dan pengkhianatan dilakukan dalam keheningan, tepat di samping orang yang mereka cintai.

Mampukah Kamal mempertahankan kesetiaannya, atau ia akan tenggelam sepenuhnya dalam rayuan maut sang model yang merusak ini? Buka halaman pertama sekarang dan rasakan sendiri debaran skandal terpanas yang akan menguras emosi Anda!

***

“Di baliknya, sebuah bentuk yang impresif tercetak sangat, sangat jelas. Keras. Tegang. Menonjol lurus ke atas... Aku memutuskan saat itu juga. Selesai sesi ini, aku harus merasakannya.” (Bab 1, Pemicu di Balik Lensa)

“Aku menatap mata Rizki yang berkabut karena nikmat. Dengan sengaja, di depan matanya, aku menelan semua cairan itu. Meneguknya hingga tetes terakhir.” (Bab 2, Pemanasan di Ruang Ganti)

“Dia menghantam rahimku. Keras. Tanpa ampun. Rasanya penuh sesak, sakit, tapi nikmatnya luar biasa... ‘Ini,’ desahku... ‘Ini bukan yang terakhir.’” (Bab 3, Dominasi yang Tertukar)

“Saat aku melangkah melewatinya, Mutia tidak bergerak... Lengan atasku menyentuh payudaranya yang kenyal dan hangat. Sengatan listrik instan menjalar di tubuhku.” (Bab 4, Kunjungan Pertama)

“Aku membungkuk, seolah-olah untuk memegang kaki kursi... Dan dari posisinya yang tinggi, Kamal kini memiliki pemandangan sempurna langsung ke dalam belahan payudaraku.” (Bab 5, Bohlam yang Harus Diganti)

“Dia sengaja menunggingkan bokong telanjangnya tepat di depan mataku... Napasku tercekat. Jantungku yang tadi sudah tenang, kini berdebar seribu kali lebih kencang.” (Bab 6, Lensa Kontak yang Jatuh)

“Nadia ada di sofa... Lima langkah dari kita... Tapi... Kontolmu sudah bangun, ya?” (Bab 7, “Kamu Sudah Tegang, Ya?”)

“Tanganku kini sepenuhnya berada di dalam kausnya, memegang payudaranya yang telanjang bulat... Lembut seperti sutra. Kenyal. Berat. Putingnya yang tegang dan keras seperti kerikil panas, kini terselip di antara jari-jariku.” (Bab 8, Tangan Pertama di Balik Baju)

“Dan di depan matanya yang terbelalak ngeri, aku menjilat bersih cairan kemenangannya dari jemariku. Sampai tetes terakhir. Kemenangan pertamaku. Dan rasanya... lezat.” (Bab 9, Klimaks Pertama yang Tercuri)

“Kalau kamu beli sekarang... Kamal... boleh menginap.” (Bab 10, Jebakan Menginap)

“Aku berdiri di depannya. Telanjang bulat... Aku bisa merasakan udara dingin kamar menyentuh kulit telanjangku, membuat putingku semakin mengeras.” (Bab 11, Peragaan Busana Paling Panas)

“Dia menghisapnya dengan rakus, brutal... ‘Lebih enak dari Nadia?’ tanyanya.” (Bab 12, Hisapan di Ujung Ranjang)

“Aku sedang dalam masa subur, Kamal. Dan aku mau kamu menghamiliku malam ini.” (Bab 13, Penetrasi Pertama (Tanpa Pengaman))

“Di bawah guyuran air hangat, di dalam kamar mandi yang terkunci, dengan pacarku berada di kamar sebelah... kakak iblisnya kini sedang meremas kontolku yang mulai mengeras.” (Bab 14, Dosa di Kamar Mandi)

“Aku mencium Nadia, tapi yang terbayang adalah bibir Mutia. Aku meremas payudaranya, tapi yang kuingat adalah payudara Mutia... Seks ini terasa seperti sebuah tugas.” (Bab 15, Seks Hambar Bersama Nadia)

“Sialan. Aku baru saja... meneriakkan nama kakaknya... saat aku klimaks di dalam dirinya.” (Bab 16, Kesalahan Fatal)

“Secara teknik, dia payah... Aku butuh sesuatu yang lebih... Aku butuh... BZZT. BZZT.” (Bab 17, Panggilan dari Masa Lalu)

“Ini jauh lebih liar dari Kamal... Rizki... dia adalah profesional. Dia adalah predator... Ini. Ini baru seks yang sesungguhnya.” (Bab 18, Badai Kedua di Hotel)

“Aku menungganginya. Dalam diam. Beberapa senti... dari adikku sendiri.” (Bab 19, Seks di Samping yang Terlelap)

“Dia menggerakkan bibirnya tanpa suara, membentuk kata-kata yang hanya bisa kubaca: ‘Kapan-kapan main lagi, ya.’” (Bab 20, Tumpahan Terakhir di Dada)

***

Di balik lensa kamera dan pesona mematikan seorang model panas, sebuah pengkhianatan manis dimulai, mengoyak batas kesetiaan dan akal sehat seorang pria. Kamal mengira kehidupannya bersama sang kekasih, Nadia, sudah sempurna dan berada di jalur yang benar. Namun, segalanya berubah menjadi mimpi ...

Discover more

Ratings and reviews

2 reviews

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.