Setiap puisinya menghadirkan fragmen perjalanan: perjumpaan dengan guru yang tak mengajar, pergulatan dengan nafsu yang tak terlihat, kesunyian yang menyingkap kebenaran, hingga kesadaran bahwa diri bukanlah sesuatu yang dapat sepenuhnya dimiliki.
Buku ini tidak menawarkan jawaban, melainkan membuka ruang perenungan, mengajak pembaca untuk melangkah perlahan, menanggalkan yang tidak perlu, dan berani menghadapi sunyi sebagai bagian dari proses memahami diri.
Penting dipahami, buku ini bukan tentang menemukan tujuan akhir, tetapi tentang menyadari bahwa perjalanan itu sendiri adalah bentuk pengetahuan yang paling jujur—sebuah laku sunyi menuju diri yang tak pernah benar-benar dapat dinamai.
Dr. Feri Sulianta , S.T., M.T.,MOS, MTA, CPC, CNNLP, CHA, mengawali karirnya pada tahun 2001 sebagai Chief Information Officer, saat ini ia mengajar sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi. Berbagai aktivitas lain yang dilakukannya: menggeluti peran sebagai life coaching, memberikan pelatihan dan seminar, aktif dalam beberapa komunitas profesi.
Kegemarannya menulis membuatnya didapuk oleh MURI pada tahun 2016 sebagai penulis buku Teknologi Informasi Terbanyak dan pada akhir tahun 2018 LEPRID memberikan apresiasi sebagai Penulis dengan Kategori Buku Terbanyak yakni 19 kategori untuk 88 buku.
Sampai saat ini Feri Sulianta sudah memublikasikan lebih dari 200 judul buku.