Primadona dan Dosa yang Disepakati: Fiksi Dewasa Penuh Intrik Sensual, Skandal Cinta Segitiga, dan Dinamika Pasangan Tak Terduga

· Love Story Publisher
1 review
Ebook
380
Pages
Eligible

About this ebook

Di balik citra sempurnanya sebagai primadona sekolah, Vina menyimpan fantasi gelap yang tak terkendali—dan sepasang mata yang diam-diam menikmati setiap penyerahan dirinya.

Vina dan Luki terlihat seperti pasangan muda yang ideal. Namun, di balik pintu tertutup, mereka terikat oleh sebuah dinamika yang menentang segala norma sosial. Ketika kebosanan mulai mengancam kewarasan mereka, sebuah insiden voyeuristik yang tak disengaja justru membuka kotak Pandora. Alih-alih menghancurkan hubungan, Luki menemukan kepuasan gelap saat menyaksikan kekasihnya disentuh oleh pria lain. Permainan tabu ini perlahan berubah menjadi kesepakatan tiga arah yang mengaburkan batas antara kesetiaan sejati dan pengkhianatan yang memabukkan.

Saat Bagas, sang pria ketiga, masuk ke dalam hidup mereka dan mengklaim tubuh Vina, Luki tetap bertahta sebagai pemegang kendali hati sang primadona. Terjebak dalam pusaran eksplorasi seksualitas ekstrem, cemburu yang menggairahkan, dan kepercayaan mutlak yang lahir dari dosa bersama, mampukah mereka mempertahankan cinta yang dibangun di atas fondasi fantasi paling liar?

Daya Tarik Utama Buku Ini:

• Eksplorasi Tabu yang Berani: Menyelami psikologi cuckold dan hotwife secara mendalam, menantang konsep kesetiaan konvensional.

• Kedewasaan yang Intim (Coming of Age): Perjalanan sepasang kekasih muda yang bereksperimen dengan hasrat dan menemukan kekuatan dalam penyerahan diri.

• Dinamika Voyeurisme yang Mendebarkan: Sensasi erotis dari aktivitas "menonton dan ditonton" yang memacu adrenalin sejak halaman pertama.

• Romansa Psikologis yang Gelap: Kisah cinta yang justru semakin menguat melalui pengkhianatan fisik yang disepakati bersama.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengintip rahasia paling gelap dari sepasang kekasih ini. Baca sampel gratisnya sekarang, dan rasakan sendiri ketegangan dari dosa yang disepakati!

***

“Malam ini, aku tidak akan menjadi korban yang menunggu ditelepon pacar yang sibuk. Siang ini, aku adalah Ratu di kamarku sendiri, dan anak ingusan ini akan menjadi pelayan setiaku.” (Bab 1, Tamu Kecil di Kamar Pribadi)

“Liat ini, Bagas. Gimana? Lebih gede mana sama yang di monitor? Lebih enak mana diliatnya?” (Bab 2, Hukuman Bagi Mata yang Nakal)

“Pegang, bego. Pegang yang kenceng. Karena abis ini, Teteh bakal bikin kamu lupa sama semua cewek kampus kamu.” (Bab 2, Hukuman Bagi Mata yang Nakal)

“Liat, Bagas. Liat siapa yang lagi nunggangin kamu sekarang.” (Bab 3, Pelajaran Biologi di Atas Kursi)

“Siapa yang butuh karet sialan itu? Teteh lagi ‘kosong’, Bagas. Dan Teteh lagi laper banget.” (Bab 3, Pelajaran Biologi di Atas Kursi)

“Dia menatapku, lalu tersenyum. Senyum itu. Masih manis, tapi ada kilatan lain di sana. Sesuatu yang lebih berani. Lebih dewasa.” (Bab 4, Tiga Gelas di Meja Bar)

“Lo kok ngeliatin gue terus sih, Luk? Ada yang salah sama muka gue? Apa karena gue lebih... mateng?” (Bab 4, Tiga Gelas di Meja Bar)

“Jika Rian bisa ‘jajan’ di luar, kenapa aku tidak? Jika dia bisa menikmati tubuh baru, kenapa aku harus menjaga kesetiaanku yang sudah tidak ada harganya ini?” (Bab 5, Rahasia yang Pecah Bersama Tangis)

“Lo tau nggak, Luk? Rian nggak pernah mau mandiin gue kayak gini. Dia selalu buru-buru. Masuk, celup, keluar, tidur.” (Bab 6, Permintaan dari Balik Uap Air)

“Lebih kenceng, Luk... Remes yang kuat. Anggep aja ini punya lo.” (Bab 7, Sentuhan Sabun yang Menggelincir)

“Keluarin aja. Kotori aku, Luk. Tumpahin semuanya di sini. Biar Rian tau kalau tempat favoritnya udah jadi jajahan kamu.” (Bab 7, Sentuhan Sabun yang Menggelincir)

“Gila. Benar-benar gila. Aku mengenakan celana pendek basket bersih dan kaos oblong putih polos. Rambutku masih basah... tapi pikiranku justru semakin berat.” (Bab 8, Tidur di Samping Penonton)

“Biarin dia nonton kalau dia bangun. Aku gila karena kamu, Luk. Kamu bikin aku sange berat malem ini.” (Bab 8, Tidur di Samping Penonton)

“Liat aku, Luk. Liat betapa kotornya temen SMA kamu ini. Liat betapa murahannya aku buat kamu.” (Bab 9, Desahan yang Tertahan)

“Isi aku, Luk. Gantiin rasa sakit hati aku sama rasa enak dari kamu.” (Bab 9, Desahan yang Tertahan)

“Dia pesen nasi goreng, Luk. Sedangkan kita di sini lagi makan enak.” (Bab 10, Penyatuan di Tengah Malam)

“Liat dia, Vin... Liat Adit. Dia nggak tau apa-apa. Dia nggak tau primadona sekolahnya lagi ditunggangin kayak kuda di sini.” (Bab 11, Eskalasi Tanpa Henti)

“Keluarin! Jangan dicabut! Isi aku, Luk! Buang di dalem! Penuhin rahim aku sama peju kamu!” (Bab 11, Eskalasi Tanpa Henti)

“Menu spesial pagi hari. Susu anget campur sosis jumbo.” (Bab 12, Sarapan Pagi yang ‘Keras’)

“Muntahin semuanya di dalem! Buat aku hamil, Luk! Buat aku hamil anak kamu!” (Bab 12, Sarapan Pagi yang ‘Keras’)

“Asal lo tau, Luk. Lo jauh lebih hebat dari Rian. Punya lo lebih gede, goyangan lo lebih mantep, dan... lo bikin gue ngerasa jadi cewek paling seksi sedunia.” (Bab 13, Perpisahan Sementara)

“Rian selingkuh karena dia bosan dengan satu menu. Dan aku? Aku rasa aku mulai mengerti kenapa orang selingkuh. Karena variasi itu... memabukkan.” (Bab 13, Perpisahan Sementara)

“Aku bayangin... gimana kalau pas kamu lagi kerja... aku panggil dia ke kamar aku. Terus aku suruh dia ngejilat memek aku yang basah karena kangen kamu.” (Bab 14, Menguji Batas Toleransi)

“Ternyata dugaanku benar. Luki bukan sekadar pria baik-baik yang membosankan. Di balik kemeja rapi dan sikap sopannya, ada ‘monster’ cuckold yang sedang tidur.” (Bab 14, Menguji Batas Toleransi)

“Mas Luki baik banget lho, Dek. Dia yang bolehin Teteh ngundang kamu makan malem di sini. Katanya itung-itung syukuran rumah baru.” (Bab 15, Undangan Makan Malam)

“Di bawah meja, kaki telanjang Vina sudah terlepas dari sandal rumahnya... ujung jari kakinya menyusuri betis Bagas, naik perlahan menuju lutut.” (Bab 15, Undangan Makan Malam)

“Mas Luki suka nonton, Dek. Dia suka liat pacarnya disentuh sama cowok lain. Dia suka liat pacarnya dinikmatin sama anak muda kayak kamu.” (Bab 16, Pertunjukan Utama)

“Luki! Liat ini! Liat kontol dia keluar masuk di memek aku!” (Bab 16, Pertunjukan Utama)

“Bagas cuma tamu, Vin. Dia cuma mainan. Gue... gue rumah lo.” (Bab 17, Kesepakatan Tiga Arah)

“Dunia adalah taman bermain kami sekarang. Dan kami baru saja memegang tiket terusan seumur hidup.” (Bab 17, Kesepakatan Tiga Arah)

***

Di balik citra sempurnanya sebagai primadona sekolah, Vina menyimpan fantasi gelap yang tak terkendali—dan sepasang mata yang diam-diam menikmati setiap penyerahan dirinya. Vina dan Luki terlihat seperti pasangan muda yang ideal. Namun, di balik pintu tertutup, mereka terikat oleh sebuah dinamik...

Discover more

Ratings and reviews

1 review

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.