Cinta pertama mereka tumbuh canggung, manis, dan penuh mimpi. Tapi hidup tidak berhenti di lorong sekolah. Ambisi membawa mereka ke kota berbeda, negara berbeda, bahkan arah yang berbeda. Jarak menguji. Waktu memisahkan. Dan kedewasaan memaksa mereka belajar bahwa cinta saja tidak selalu cukup.
Mereka pernah hampir menyerah. Pernah hampir menjadi sekadar kenangan. Namun hidup memberi mereka satu kesempatan lagi - bukan sebagai dua remaja yang takut kehilangan, melainkan dua individu yang telah selesai dengan dirinya sendiri.
Ini bukan kisah tentang cinta yang sempurna.
Ini tentang tumbuh, tentang kehilangan yang bersih, tentang memilih - lagi dan lagi - dengan sadar.
Karena pada akhirnya, rumah bukan tempat.
Rumah adalah keputusan yang diambil setiap hari.
PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!! ⛔
----------------------------------
KITA YANG MEMILIH © 2026
Written || W a n d a n i e l 2 5